Mataku kembali dibukakan mengenai kehebatan orang-orang disekitarku, ada yang hebat dalam dunia tulis, hebat dalam dunia politik, hebat dalam dunia eksis, hebat dalam dunia spiritual, hebat dalam seni, hebat dalam olahraga, dan beragam hebat lainnya yang menjadikan mereka bisa menjadi orang yang sesungguhnya diciptakan menjadi khalifah di dunia ini. Aku iri dengan kelebihan yang mereka punya, padahal sama-sama makan nasi dan juga sama-sama dilahirkan dalam keadaan kosong, mengapa hasil output begitu berbeda sangat jauh? Aku sedih dengan diriku sendiri dan sekaligus ingin berpacu agar bisa menjadi manusia yang dapat kembali diperhitungkan. Aku ingin bisa hebat dalam segala bidang, tapi apa mungkin, mengingat kita adalah makhluk terbatas dan mempunyai karakteristik keunggulan yang berbeda-beda, aku ingin menemukan bidang apa yang merupakan potensiku, tapi aku malah sama sekali tidak bisa melihat dan malah seperti tersesat tak punya bakat.
Aku cenderung melihat hasilnya tanpa mau menikmati tantangannya, orang hebat mungkin juga hebat dalam prosesnya, karena semua dinilai berdasarkan usahanya bukan? yang aku butuhkan saat ini hanyalah menjadi pribadi yang menyukai tantangan bukan belajar menjangkau orang tersebut. Tantangan itu pun berupa bagaimana mempertahankan eksistensi dari disiplin, menjaga komitmen dan merancang pikiran agar terus semangat maupun selalu positif thinking. Percaya pada kemampuan diri sendiri bahwa diriku bisa melebihi mereka.
energi perbaikan, semangat :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar