Tolong tanyakan padaku, siapa orang yang paling bodoh sedunia
maka akan ku jawab, orang yang tidak tahu potensi dirinya
Tolong tanyakan padaku, siapa orang paling zalim sedunia
maka akan ku jawab, orang yang mengutuk dirinya sendiri
Aku sedih ketika melihat kamu adalah contoh yang kusebutkan diatas,
jadilah temanku yang bertakdir baik dan adilah temanku yang dewasa,
menemukan solusi tepat.
Aku tau, perkataan menyakitkan memang sangat melukai, menurutku,
perkataan orang dungu untuk apa dianggap diri kita. Mereka yang
sembarang berucap tanpa berpikir, menurutku tak lebih dari sampah yang
tak bisa di daur ulang, suatu saat nanti, akan ada balasannya, jangan
bilang kamu lupa kalau Tuhan itu tak luput mengawasi kita, apa yang
terselip di hati dan tindakan terselubung lainnya, dia Maha Tahu dan
sedang menyiapkan skenario untukmu yang menang dalam ujian.
Ucapan tak lebih dari sekedar ucapan, orang yang tidak pernah belajar
dari ucapan yang pernah terlontar dari mulutnya, siapakah Tuhannya?
Aku, pernah mengalami, saat diri dipandang lebih rendah dan tidak ada
gunanya, marah pada orang tersebut-pun aku malas, doakan saja agar dia
tidak bisa bersuara lagi Teman, sehingga dia tidak akan bisa melukai
yang lainnya, biar tidak ada aku aku yang selanjutnya, bukankah itu
solusi tepat?
Tapi yang kau lakukan saat ini Teman, kau meminta kupingmu tuli, agar
tidak bisa mendengar argumentnya tentangmu, daya ingatmu lemah, sehingga
kau bisa melupakan masalah ucapannya dan hidup berjalan seperti sedia
kala.
Aku kecewa, kau selemah ini, selama berteman denganku, apa yang
kupercikkan, kau lihat teman, muka ini, mukaku, manis bukan? selalu
tersenyum, tertawa melihat orang yang dia sebal, mengesampingkan ego
demi komitmen di awal. Kau tau perut ini, perut ini muak dan ingin
memuntahkan isinya didepan muka-muka yang hidup ini. Tidak, aku tidak
bisa sejahat itu, aku lelah, tapi ini memang diriku, aku tidak akan
melukai dari apa yang membuat luka, aku tidak sanggup walau lelah. Aku
akan menempuh jalan panjang, aku bersama-sama mengajak kebaikan,
berbicara baik apa yang salah dan apa yang perlu diperbaiki. Aku
menangis teman, tapi siapa yang tahu muka di balik topeng ini?
jujur, aku lebih sedih melihat dirimu direndahkan ketimbang diriku, kau
sudah berarti bagi diriku, jadilah temanku dan jadilah takdir temanku
yang baik.
Percayalah, selama masih ada yang percaya kemampuanmu, jangan bertindak bodoh dengan membiarkan potensimu, dan aku percaya padamu. Kita berjuang dari awal, ku mohon kau pun harus menjadi berhasil, agar aku bisa menikmati keberhasilanku ini dengan tenang.
Translate
Kamis, 28 November 2013
Sabtu, 16 November 2013
Pahlawan Tanpa Batas
Saat ini yang kurasakan adalah kehilangan waktu yang sangat besar dan berarti, tugas deadline yang harusnya tuntas, menumpuk seperti tumpukan sampah tak berguna.
Wahai kalian Pahlawan yang di belakang layar
yang tak tersebut namanya dalam buku
yang luput dari semangat kawan
yang berpeluh dalam sela
Ceritakanlah tentang air mata pada malam yang diam
Ceritakanlah kesakitan pada tembok yang tak bergeming
Ceritakanlah harapan pada angin yang diam-diam mencuri
Bersabarlah dengan penghargaan yang luput
Bersabarlah dengan permainan emosi
Bersabarlah walau sendiri
Wahai Pahlawan yang di belakang layar
Berilah penghargaan pada yang tak tampak
Berilah semangat pada yang tersenyum
Berilah cinta pada yang membuat terluka
Wahai Pahlawan yang di belakang layar
Berilah kebahagiaan untuk dirimu sendiri
Berilah harapan untuk dirimu sendiri
Berilah kawan untuk dirimu sendiri
Wahai Pahlawan yang di belakang layar
Ingatkan kami pada janji Tuhan yang pasti
Berwacanalah lewat tindakan
# Semangat Pahlawan
Wahai kalian Pahlawan yang di belakang layar
yang tak tersebut namanya dalam buku
yang luput dari semangat kawan
yang berpeluh dalam sela
Ceritakanlah tentang air mata pada malam yang diam
Ceritakanlah kesakitan pada tembok yang tak bergeming
Ceritakanlah harapan pada angin yang diam-diam mencuri
Bersabarlah dengan penghargaan yang luput
Bersabarlah dengan permainan emosi
Bersabarlah walau sendiri
Wahai Pahlawan yang di belakang layar
Berilah penghargaan pada yang tak tampak
Berilah semangat pada yang tersenyum
Berilah cinta pada yang membuat terluka
Wahai Pahlawan yang di belakang layar
Berilah kebahagiaan untuk dirimu sendiri
Berilah harapan untuk dirimu sendiri
Berilah kawan untuk dirimu sendiri
Wahai Pahlawan yang di belakang layar
Ingatkan kami pada janji Tuhan yang pasti
Berwacanalah lewat tindakan
# Semangat Pahlawan
Pelajaran kali ini adalah mengenai penundaan waktu
Sekitar pukul 14.00, aku berdiri di tepi jalan sambil mendengarkan musik lewat earphone, menunggu kedatangan bisku, bis ATMO menuju Jurug deket Gerbang Depan UNS. Sembari aku menunggu, aku melihat dua orang lelaki paruh baya, yang sudah dua kali ditolak naik oleh bis MIRA AC jurusan Surabaya - Madiun. Aku melihatnya miris, dan berdoa semoga mereka segera mendapatkan tumpangan ditengah rintik-rintik hujan ini. Saat aku jenuh mendengarkan musik yang tak kunjung kedengaran suaranya karena kalah dengan bising kendaraan yang lalu lalang, aku pun mencabut earphoneku dan hendak memasukkan hpku kedalam tas tentengku, mendadak aku melihat bisku, kontan aku segera menghampiri sambil memasukkan hpku, setelah naik bis, karena keadaan jadi macet ketika bis berhenti hedak menungguku, akupun jadi terburu-buru, dan setelah naik bis, dari arah belakang seperti ada yang memanggil-manggil, "mba, mba, mba, hpnya jatuh" kata salah seorang lelaki tersebut sembari memberi hp, kontan aku melongo sambil menerima hpku yang tak ku percaya tadi terjatuh. Sepanjang perjalanan bis aku merenungi kejadian ini, aku jadi berpikir, bagaimana kalau tadi lelaki itu berhasil naik bis, masih adakah orang jujur disana yang akan mengembalikkan hpku, sepertinya Tuhan sengaja menunda keberangkatan lelaki tersebut, agar leleaki tersebut bisa menolongku. Ketika penundaan terhadap sesuatu yang kita inginkan akan bermanfaat bagi orang lain, alangkah indahnya hidup ini. Aku jadi tidak akan berburuk sangka terhadap apa yang tertunda terhadap apa yang kuinginkan agar terjadi, aku rela agar bisa bermanfaat bagi kebaikan orang lain, kapan lagi kita mempunyai kesempatan untuk menolong sesama, karena sejatinya kita suka sekali ditolong.
Aku pun jadi berpikir, atau karena tadi sebelumya aku memberi makan pada salah seorang teman sehingga aku mempunyai kesempatan untuk ditolong seperti ini? apapun itu, aku bersyukur dan memahami, everything happens for reason, right?
Oh ya, sampai lupa, aku berpergian dalam rangka menghadiri seminar gratis dari LSM Aanak Negeri yang bekerjasama dengan Kementrian Dalam Negeri, mengusung tema "Penguatan Peran Pemuda dalam Upaya Menciptakan Tatanan Politik yang Berpihak pada Kepentingan Publik" di Aula Akademi Peternakan Karanganyar pada pukul 9.00 dan mulai sekitar pukul 11.00 dikarenakan pembicara yang telat. Alhamdulillah, selain dapat makan siang, modul, uang 15.000, ada yang lebih berharga yaitu bertemu rorang-orang penting nan berkarakter dan ilmu baru yang waw. Adapun yang kudapat adalah, mengenai perubahan politik dimulai dari dalam sendiri, pemerintah melakukan pendekatan struktural dan kultural dalam terlaksananya peraturan yang ia buat, adapun pendekatan kultural dengan mempengaruhi orang-orang penting agar seiya sekata dalam berespon dengan maayarakat sekitar (jadi mau nih menjadi orang penting dalam masyarakat, aamiin). Dana yang dikeluarkan untuk pesta demokrasi pemilihan tidak main-main jumlahnya kalau ditotalkan se-Indonesia, seandainya untuk pembangunan infrastruktur....
Pilgub Jatim aja menghabiskan dana 1 T untuk pemilihan dua kali...
Pilgub Jatim aja menghabiskan dana 1 T untuk pemilihan dua kali...
Kita perlu berperan dalam politik jika menginginkan Indonesia yang lebih baik, kegagalan politikus senior jangan membuat kita apatis dan menerima apa adanya, lebih baik kita turut nyebur untuk menumbang apa yang salah.
Orang Inonesia kebanyakan menghargai yang lebih visual dibanding yang tak tampak, seperti mendahulukan makanan daripada buku. Pak Kandiyawan pernah berbincang-bincang dengan orang Jepang, sambil mengitari UNS, orang jepang itu berkata "lewat sini lebih dekat" , lalu pak Kandiyawan bertanya "kok bisa?", lalu orang Jepang tersebut menjawab " saya sudah mengitari UNS dan menghitung langkah kaki, lewat sini lebih cepat". Bandinkan dengan orang Indonesia yang cuma memandangi sekitar sambil foto-foto, kemajuan teknologi dan informasi menyebabkan kita tidak bersedia berpikir capek dan ini berbahaya.
Indonesia diharapkan lahir jiwanya tidak sekedar raganya.
Bertindaklah melalui wacana, jangan cuma kebanyakan omong tapi no action. Contoh Pak Jokowi, bertindak dahulu baru ngomong.
ikut memilih dalam pemilu karena dibayar, itu bukan partisipasi akan tetapi mobilisasi.
menjadi nomor satu itu baik akan tetapi menjadi yang satu-satunya jauh lebih baik, beranikah kita melawan arus?
Setelah selesai mengikuti seminar, berdiskusi dengan sahabat mengenai GMNI engan PMII yang ga beda jauh, jauhnya terletak di uang. Masalah kreibilitas ketua sekarang yang sepertinya dan memang gagal menjadi ketua, dan salah seorang sahabati yang mau tampil sebagai pahlawan padahal bajingan dan anehnya dia mendapat apresiasi itu, berarti bukan w yang jahat jika w merasa ada yang gak beres dengan makhluk yang satu ini. Apapun itu, semua memang mempunyai kekurangan dan kelebihan, dan w merasa orang-orang sini aneh, egonya besar tapi merasa rendah diri, semua ingin tampil dan mengeluh jika mandiri... wiss aku memang lagi sebel ama makhluk-makhluk disini. Maaf
Minggu, 03 November 2013
Rentetan Pertanyaan
Pertanyaan pertama, w heran kenapa ya tiap nulis blog itu pasti selalu dalam keadaan suasana hati gak enak dan pastinya lagi lowong, w gak pernah nulis dalam keadaan happy.
Kadang w juga berpikir, pertanyaan-pertanyaan yang selalu melintas di kepala w ini, juga pernah gak c mampir di dalam diri kalian, karena w orangnya suka sekali bertanya tapi gak lebih sering gak berani mengungkapkannya.
Hal yang aneh ketika w bertemu orang lain, seakan-akan orang lain itu bukan dimensi kita, sehingga kita tidak bisa merasukinya dan tau sifat aslinya, dan kadang dengan bertemu oranglain, w mempertanyakan kehadiran w dimuka bumi ini, seperti not like me dan aneh. Kadang w pengen bisa berukar posisi jadi c dia, gimana ya rasanya?
Kapan ya w bisa menjadi orang sukses, punya segala yang w mau, dipandang lebih ama orang, dan berada diantara mereka-mereka yang terhebat dalam keadaaan sejajar. w punya planning, tapi bner-bener susah jaga konsistensi untuk meraihnya. Contohnya kalau w mau kuliah ke luar negeri, otomatis bahasa inggris w mesti jago dan setidaknya bisa percakapan sehari-hari, whhuuaa, bener-bener susah belajar bahasa inggris tiap hari kalau gak les, tapi w ga pantang menyerah, walau seperti main layang-layang yang tarik ulur, w wajib ke luar negeri, aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)