Selamat pagi dunia :), selalu tersenyum menatap hari dan bergerak penuh optimis, I love you, hope you love me too.
Jangan lupa sarapan, dengan sarapan akan memperbesar harapan kita untuk hidup lebih baik lagi :D
Translate
Rabu, 23 April 2014
Selasa, 22 April 2014
Semua butuh pengoranan bukan
Semua memang butuh pengorbanan, aku Keira, hari ini sedang memahami arti pengorbanan itu, aku sedang melangkah dari tepian kecil ini, memandang lekat ke arah keluarga, menuju kesuksesan, apakah bisa? pasti bisa.
Sabtu, 19 April 2014
Semangat
Kei Kei, gak usah terlalu pusing memikirkan orang-orang sekitar, kemajuan dibangun dari keinginan sendiri, please lu udah 20 tahun kan :). Kamu pernah bilang, jangan sekali-sekali menukarkan Tuhan dengan hal yang murah, ujung-ujungnya kamu kan yang rugi. Kamu tidak akan kehilangan yang berarti kalau kamu tetap pada jalan yang baik dan lurus. Katanya mau sejajar seperti perempuan aktivis benar lainnya, sekarang kamu diuji, kamu malah menampilkan sosok tak berpendidikan sama sekali. Ingat Kei, jangan pernah menuntut perhatian, kasihan Bapak Ibumu, seakan-akan mereka gagal memberikan kasih sayang setelah puluhan tahun ini. Gak baik Kei, mengingat yang buruk selalu, ambil positifnya ya, tenang, suatu saat pasti ada keadaan dimana kebahagiaan yang teramat manis berpihak padamu :).
Tidak ada orang yang tidak pantas diperjuangkan, begitu juga dirimu Kei. Aku tahu kamu manis, baik, penyabar dan penyayang, hal apa yang membuatmu berubah? semoga bukan sesuatu yang murah ya.
Kei, diluar sana, banyak yang lebih tegar, katamu kamu gak suka orang menyek, kamu berkata sambil bersikap menyek, aku sedih jika kamu pada akhirnya membenci diri sendiri, semangat Kei, aku tahu, kamu lebih hebat dari pemikiran sempitmu. Kei, hari ini aku membaca tentang peristiwa Vivi anak SMP yang bunuh diri karena tidak kuat terus menerus diejek teman-temannya sebagai anak tukang bubur, kamu sedang dimana Kei saat peristiwa itu, kamu kemana? Kamu sedang apa?
Kei, banyak orang yang mesti kita perjuangkan, banyak hal yang mesti kita urus, kata Pak Alfanny, dengan mengurus permasalahan orang lain, tentu dirimu akan diurus Tuhan, tapi bukan gosip lho Kei :).
Kei, suatu saat kamu juga akan tahu, orang yang selama ini benar-benar kamu cari, suatu saat kamu pasti akan bertemu, untuk itu jangan putus harapan, walau terdapat 10 orang laki-laki, pasti akan masih tersisa laki-laki gentle, hehe. Kei, jangan suka mengeneralisir semua orang, semua juga mempunyai noda, please Kei, jadilah kamu seperti SD dulu, tawadhu, tawakal dan berprasangka baik, ingat penjajakan ini tidak boleh menurunkan kadar imanmu, tekadmu, keyakinanmu, kerja kerasmu terlebih lagi harapanmu.
Kei, orang baik untuk orang baik, itu akan tetap berlaku, sabarlah, bersabarlah sebentar, karena Tuhan senang dengan orang sabar :). Aku tahu, ini tak akan seindah harapan dan tak semudah bayangan, tapi akan terasa lebih mendekati kenyataan bila kau merangkulnya dengan iman dan harapan.
Kei, masih banyak orang yang harus kita perjuangkan.
Semangatlah Kei.
Tidak ada orang yang tidak pantas diperjuangkan, begitu juga dirimu Kei. Aku tahu kamu manis, baik, penyabar dan penyayang, hal apa yang membuatmu berubah? semoga bukan sesuatu yang murah ya.
Kei, diluar sana, banyak yang lebih tegar, katamu kamu gak suka orang menyek, kamu berkata sambil bersikap menyek, aku sedih jika kamu pada akhirnya membenci diri sendiri, semangat Kei, aku tahu, kamu lebih hebat dari pemikiran sempitmu. Kei, hari ini aku membaca tentang peristiwa Vivi anak SMP yang bunuh diri karena tidak kuat terus menerus diejek teman-temannya sebagai anak tukang bubur, kamu sedang dimana Kei saat peristiwa itu, kamu kemana? Kamu sedang apa?
Kei, banyak orang yang mesti kita perjuangkan, banyak hal yang mesti kita urus, kata Pak Alfanny, dengan mengurus permasalahan orang lain, tentu dirimu akan diurus Tuhan, tapi bukan gosip lho Kei :).
Kei, suatu saat kamu juga akan tahu, orang yang selama ini benar-benar kamu cari, suatu saat kamu pasti akan bertemu, untuk itu jangan putus harapan, walau terdapat 10 orang laki-laki, pasti akan masih tersisa laki-laki gentle, hehe. Kei, jangan suka mengeneralisir semua orang, semua juga mempunyai noda, please Kei, jadilah kamu seperti SD dulu, tawadhu, tawakal dan berprasangka baik, ingat penjajakan ini tidak boleh menurunkan kadar imanmu, tekadmu, keyakinanmu, kerja kerasmu terlebih lagi harapanmu.
Kei, orang baik untuk orang baik, itu akan tetap berlaku, sabarlah, bersabarlah sebentar, karena Tuhan senang dengan orang sabar :). Aku tahu, ini tak akan seindah harapan dan tak semudah bayangan, tapi akan terasa lebih mendekati kenyataan bila kau merangkulnya dengan iman dan harapan.
Kei, masih banyak orang yang harus kita perjuangkan.
Semangatlah Kei.
Jumat, 18 April 2014
Gentle oh cowo gentle, where are you?
Cowo...kalo gak gentle...kita sebut iuh banget. Guys, cwok gentle semakin langka jangan sampe nunggu teori gua beneran kewujud. "Emansipasi wanita akan mencapai 100%, jika di dunia ini sudah tidak ada lagi cowok gentle". Catet, di print, laminating, pajang baik-baik di kamar.
Please, apa susahnya cuma itu, harus berapa banyak lagi gua nemuin orang jijay bajay cuih cuih. Phuft, gentle, mungkin karena aku belum gentle, dan aku pun masih tetap menggelikan. Hahaha, matilah kau Kei, dengan semua harapanmu yang terlalu mebumbung melebihi wadah. Mati lah kau dengan prinsip isapan jempol kecutmu itu. Tertawa, tertawalah dengan seberapa besar tingkat kekolotanmu. Dunia ini, pria ini, hah, bisa kau muntahi satu per satu jika kau menjadi wanita sempurna, kenyataannya, tidak ada yang sempurna.
Siapa yang kau ingin ludahi, mereka, kelakuan mereka, daya pikirmu atau jiwamu, ludahilah sepuasnya. Keluarkan semua cairan kekesalanmu, baik lewat ludah, airmata, keringat, sampai dirimu kering tak berisi, tak berdaya, rapuh, menunggu untuk dihapus dari dunia.
Kei Kei, bukan mereka yang mengesalkan yang bisa membahagiakanmu, bukan mereka yang kau harapkan yang bisa membahagiakanmu, alam, alamlah yang paling jujur mengajarkan semua.
Kecut, kecut sekali cecap ini ya, bahkan sampai mata terpaksa harus memandangnya, bahkan sampai bibir ini ikut nungging atas dasar penempaan emosi. Bicaralah di belakang, tidak baik menggunjing orang didepan, tidak baik bagi orang yang tidak siap menerima kritikan live.
Tuhan, apa Kau ingin aku menjadi gentle? ajari aku Tuhan, agar setidaknya atau sedikitnya semampunya membantu sesama. Tuhan, apa aku sedang menukar-Mu dengan sesuatu yang murah? dengan harapan kebaikan manusia? Tuhan, maafkan aku, aku belum bisa sepenuhnya mandiri. Tuhan tetaplah bimbing aku dengan kekesalanku ini, tolong jangan dibiarkan sampai kapan-pun, karena aku tahu diri sebab aku apa adanya. Sebab aku tahu, jalan ini yang tersedia untuk kemampuan serba terbatasku.
Hahaha
yang gentle-gentle dapat ditemukan di sinetron-sinetron terdekat.
Please, apa susahnya cuma itu, harus berapa banyak lagi gua nemuin orang jijay bajay cuih cuih. Phuft, gentle, mungkin karena aku belum gentle, dan aku pun masih tetap menggelikan. Hahaha, matilah kau Kei, dengan semua harapanmu yang terlalu mebumbung melebihi wadah. Mati lah kau dengan prinsip isapan jempol kecutmu itu. Tertawa, tertawalah dengan seberapa besar tingkat kekolotanmu. Dunia ini, pria ini, hah, bisa kau muntahi satu per satu jika kau menjadi wanita sempurna, kenyataannya, tidak ada yang sempurna.
Siapa yang kau ingin ludahi, mereka, kelakuan mereka, daya pikirmu atau jiwamu, ludahilah sepuasnya. Keluarkan semua cairan kekesalanmu, baik lewat ludah, airmata, keringat, sampai dirimu kering tak berisi, tak berdaya, rapuh, menunggu untuk dihapus dari dunia.
Kei Kei, bukan mereka yang mengesalkan yang bisa membahagiakanmu, bukan mereka yang kau harapkan yang bisa membahagiakanmu, alam, alamlah yang paling jujur mengajarkan semua.
Kecut, kecut sekali cecap ini ya, bahkan sampai mata terpaksa harus memandangnya, bahkan sampai bibir ini ikut nungging atas dasar penempaan emosi. Bicaralah di belakang, tidak baik menggunjing orang didepan, tidak baik bagi orang yang tidak siap menerima kritikan live.
Tuhan, apa Kau ingin aku menjadi gentle? ajari aku Tuhan, agar setidaknya atau sedikitnya semampunya membantu sesama. Tuhan, apa aku sedang menukar-Mu dengan sesuatu yang murah? dengan harapan kebaikan manusia? Tuhan, maafkan aku, aku belum bisa sepenuhnya mandiri. Tuhan tetaplah bimbing aku dengan kekesalanku ini, tolong jangan dibiarkan sampai kapan-pun, karena aku tahu diri sebab aku apa adanya. Sebab aku tahu, jalan ini yang tersedia untuk kemampuan serba terbatasku.
Hahaha
yang gentle-gentle dapat ditemukan di sinetron-sinetron terdekat.
Rabu, 09 April 2014
Suara hati
Hahaha, sepertinya sosialisasi pemilu bener-bener telah mencapa target deh, bisan-bisanya timbul rasa malu di diri gua karena gak mencoblos, padahal dulu-dulu gua pikir untuk memboikot pemerintah yang korup, harus dilakukan golput massal, biar gak usah ada pemerintah sekalian. Tapi dengan kehadiran orang-orang jujur membawa angin segar tersendiri, jadi deh kepercayaan itu mulai bangkit, emang ya, berbuat baik itu memang membawa keindahan pada dunia.
Jadi deh, hari ini, gak nyoblos, pinjem tinta printer teman, celupun jari kelingking sendiri, dan tinggal besok liat reaksi teman-teman, setidaknya gua gak dapet komentar miring dah kalau golput, itu sih tujuannya, hahaha.
Apalagi kalau nanti yasinan, bisa-bisa di tanya habis-habisan, aku males dengan pertanyaan sepele gak penting.
Sekarang jari kelingking gua udah belepotan tinta bak abis nyoblos, hmmm aku jadi kepikiran bagaimana suasana pemilihan di TPS jakarta ya, bapakku pasti mencoblos, ah andai aku berkesempatan pulang, satu suara hilang..
Suara ku, suara pembangunan bangsa.
Jadi deh, hari ini, gak nyoblos, pinjem tinta printer teman, celupun jari kelingking sendiri, dan tinggal besok liat reaksi teman-teman, setidaknya gua gak dapet komentar miring dah kalau golput, itu sih tujuannya, hahaha.
Apalagi kalau nanti yasinan, bisa-bisa di tanya habis-habisan, aku males dengan pertanyaan sepele gak penting.
Sekarang jari kelingking gua udah belepotan tinta bak abis nyoblos, hmmm aku jadi kepikiran bagaimana suasana pemilihan di TPS jakarta ya, bapakku pasti mencoblos, ah andai aku berkesempatan pulang, satu suara hilang..
Suara ku, suara pembangunan bangsa.
Belum Ada Kata Terlambat
Membaca buku tentang emansipasi wanita rasanya tidak masuk ke kalbu kalau dirimu dalam keadaan kalut atau galau. Hmmm, menurutku juga, hari gini sudah tidak ada lagi lelaki yang meremehkan perempuan hanya karena gender, soal pendobrakan tradisi tentang pemberian nama keluarga pada anak laki-laki, aku rasa itu suatu kebetulan tersendiri, dan memang pertaurannya seperti itu. Iri tentang hak-hak keistimewaan laki-laki dibanding perempuan, aku tidak ambil pusing, biasa saja, semua sudah sama saat ini, kecuali keiirian yang membuatku aku tidak bisa kelayapan seenaknya sampai larut malam di jalanan.
Ah, keluarga ya, akankah ada keluarga di masa mendatang untukku?
Hmmm, wanita dan pria, semua sama indahnya, semua berbeda tetapi saling melengkapi, wanita dan pria sama indahnya.
Apa pentingnya berkoar tentang kesetaraan gender, saat sekarang peluang terbuka lebar dan merata untuk setiap kalangan, aku sedih karena aku kalah prestasi dibandingnya, dan ini terus menghantui ku sepanjang malam, aneh, walaupun aku yang memutuskan hubungan, aku berasa yang dibuang, dan aku tidak terima ketidakberdayaan ini, akan ku buat kau menyesal tak memilikku.
Apa yang bisa ku perbuat dari sekarang, apa yang ku kejar? tak satu pun prestasi mengunjungi ku, aku harus berbuat berbeda untuk bisa diapresiasi, tapi keahlian apa itu, semua harus di persiapkan langkah dengan langkah, yang penting mencoba sambil beraksi. Ya, nyicil aksi, itu yang terpenting, semangat, belum ada kata terlambat, berlari dari sekarang!
Ah, keluarga ya, akankah ada keluarga di masa mendatang untukku?
Hmmm, wanita dan pria, semua sama indahnya, semua berbeda tetapi saling melengkapi, wanita dan pria sama indahnya.
Apa pentingnya berkoar tentang kesetaraan gender, saat sekarang peluang terbuka lebar dan merata untuk setiap kalangan, aku sedih karena aku kalah prestasi dibandingnya, dan ini terus menghantui ku sepanjang malam, aneh, walaupun aku yang memutuskan hubungan, aku berasa yang dibuang, dan aku tidak terima ketidakberdayaan ini, akan ku buat kau menyesal tak memilikku.
Apa yang bisa ku perbuat dari sekarang, apa yang ku kejar? tak satu pun prestasi mengunjungi ku, aku harus berbuat berbeda untuk bisa diapresiasi, tapi keahlian apa itu, semua harus di persiapkan langkah dengan langkah, yang penting mencoba sambil beraksi. Ya, nyicil aksi, itu yang terpenting, semangat, belum ada kata terlambat, berlari dari sekarang!
Selasa, 08 April 2014
Hampa
Tak ada yang banyak tahu tentang apa yang sebenarnya gua maksudkan, jelas itu karena aku tidak suka terlalu membicarakan detail mengenai perasaan.
Siapa yang mau terlalu menjelaskan, percaya akan lebih tenang dengan resiko mendapat respon yang tidak diinginkan hati. Siapa yang mau?
Kepercayaan, sebegitu murahnya kah sekarang, sehingga bisa di obral kemana kemari, di ucapkan tanpa perlu bukti, ucapan dari lidah tak bertulang. Naif kah kalau jaman sekarang, masih ada orang yang mempercayai sebuah ucapan, mengikrarkannya pada janji, yang belum tentu orang tersebut mengerti esensi janji. Naif, naif, sungguh naif orang ini, bahkan ilmu pengetahuan tidak bisa membedakan orang ini termasuk polos atau bodoh.
Hati, siapa yang tahu kalau bukan pemiliknya dan pembuatnya. Hati tidak perlu pengakuan, biarlah orang mengganggap apa, semakin buruk penilaian, akan semakin selektif orang yang mendekati kita, dan yang pasti, orang tersebut benar-benar mempunyai rasa pada kita, mungkin itu teori yang dapat dibenarkan.
Naif, naif naif, hari gini masih saja menunggu orang lain menyemangati diri sendiri, padahal dengan kekuatan sendiri juga bisa berdiri, bahkan kita lebih buruk dari bayi, yang mencoba berdiri dengan tertatih.
Naif, naif naif, hari gini masih saja memikirkan kesusahan, padahal sewaktu kecil kita berpikir bagaimana sekitar menjadi menyenangkan.
Berpetuanglah sendiri, jangan menunggu ditemani seseorang, kau terlalu payah untuk itu dan mereka bukanlah makananmu. Walaupun tidak berguna, sebaiknya juga tidak menyusahkan kan ;)
Semangat
Siapa yang mau terlalu menjelaskan, percaya akan lebih tenang dengan resiko mendapat respon yang tidak diinginkan hati. Siapa yang mau?
Kepercayaan, sebegitu murahnya kah sekarang, sehingga bisa di obral kemana kemari, di ucapkan tanpa perlu bukti, ucapan dari lidah tak bertulang. Naif kah kalau jaman sekarang, masih ada orang yang mempercayai sebuah ucapan, mengikrarkannya pada janji, yang belum tentu orang tersebut mengerti esensi janji. Naif, naif, sungguh naif orang ini, bahkan ilmu pengetahuan tidak bisa membedakan orang ini termasuk polos atau bodoh.
Hati, siapa yang tahu kalau bukan pemiliknya dan pembuatnya. Hati tidak perlu pengakuan, biarlah orang mengganggap apa, semakin buruk penilaian, akan semakin selektif orang yang mendekati kita, dan yang pasti, orang tersebut benar-benar mempunyai rasa pada kita, mungkin itu teori yang dapat dibenarkan.
Naif, naif naif, hari gini masih saja menunggu orang lain menyemangati diri sendiri, padahal dengan kekuatan sendiri juga bisa berdiri, bahkan kita lebih buruk dari bayi, yang mencoba berdiri dengan tertatih.
Naif, naif naif, hari gini masih saja memikirkan kesusahan, padahal sewaktu kecil kita berpikir bagaimana sekitar menjadi menyenangkan.
Berpetuanglah sendiri, jangan menunggu ditemani seseorang, kau terlalu payah untuk itu dan mereka bukanlah makananmu. Walaupun tidak berguna, sebaiknya juga tidak menyusahkan kan ;)
Semangat
Minggu, 06 April 2014
Bahwa Aku Ada, di Langkah Tertinggal Ini
Kenapa lu rajin kerja, tak bisa kah kita saling bekerja, bersama untuk berkembang, apa aku sudah terlalu jauh ditinggalmu. Kini yang ku rasa, kualitas hidupku tidak ada apa-apanya dibandingmu, memikirkan saja untuk berharap, tidak ada secuil pun disana. Kenapa, kenyataan ini terlalu menyakitkan. Aku yang tidak bisa berkembang, berdiam tanpa tau pasti, berharap juga tidak mungkin, bergerak bahkan membutuhkan waktu terlalu lama untuk berjumpa denganmu di titik situ. Jauh, terlalu jauh kau melangkah, bahkan aku belum siap untuk melangkah, kau sudah di langkah itu. Akankah ada keajaiban, yang bisa membuat kita bertemu pada titik yang sama, ku harap bukan kau yang mundur melangkah untuk menemuiku, ku harap aku yang melaju ke titikmu. Aku tidak suka, bersamaku kau menjadi orang mundur, tidak bersamaku kau menjadi orang maju, sederhana, hanya sederhana saja, kita melangkah pada titik yang sama, bersama, menapaki jalan hidup, tidak untuk tinggal meninggalkan, ditinggal untuk di jemput kemudian.
Aku malu baru sampai disini, sebegitu payahnya kah kemampuanku? aku mencoba bergerak mengejarmu, menepis semua kepesimistisan yang ada, seandainya, seandainya ketika aku sampai, karena terlalu lama, dan kau, dan kau sudah bersama dengan yang lain, aku menerimanya, sungguh, walau berat, itu bukan kesalahamu, karena aku lambat, karena aku lambat.
Aku bangga menjadi mantanmu, apakah kau juga bangga sedemikian? alu belum pernah kau mengatakannya, tentu saja, karena kita sudah terlalu jauh, sudah terlalu jauh. Maaf, dua minggu yang sangat menyusahkan bagimu, dan mengesankan bagiku. Aku tidak tahu, apa aku rugi atau untung, yang ku tahu, aku cukup berdamai dengan keadaan ini. Ini menyadarkanku, aku bukanlah wanita high class, sedang pasar penawaranmu sudah high class. Keterpurukan yang paling puruk adalah ketidakberdayaan atas diri sendiri, kini, apa yang ku genggam disaat aku tidak mampu tegak, apa yang aku tuju di saat aku hampa.
Tidak, mana boleh kau mengurusi hidupku, hidupmu saja tentu sudah sulit, tidak sepantasnya aku meminta belas kasihan padamu, memecahkan konsentrasimu, setidaknya walaupun tak berguna, tidak usah menyusahkan.
Bahkan, aku merendah saja kau tidak membanggakan ku, setidaknya memujiku. Hanya bilang 'terimakasih atas suportnya', bagaimana bisa seperti itu. Sudah sewaktunya aku berhenti berkhayal, tulang rusuk ini tak mungkin punya orang sehebat dirimu, mana mungkin, sudah sepatutnya aku berkaca pada cermin besar dan bening tanpa noda sedikit pun. Kau bilang, aku apa adanya, tentu saja karena sudah tidak ada apa-apanya lagi kan. Tidak apa-apa, kenyataan memilukan ini, aku tidak akan berhenti melangkah, walau terseok-seok, walau sudah tertinggal jauh, walau tidak akan bertemu, aku harus percaya pada diriku sendiri baru orang lain akan mengakui aku ada, bahwa aku ada.
Selamat Tinggal
Aku malu baru sampai disini, sebegitu payahnya kah kemampuanku? aku mencoba bergerak mengejarmu, menepis semua kepesimistisan yang ada, seandainya, seandainya ketika aku sampai, karena terlalu lama, dan kau, dan kau sudah bersama dengan yang lain, aku menerimanya, sungguh, walau berat, itu bukan kesalahamu, karena aku lambat, karena aku lambat.
Aku bangga menjadi mantanmu, apakah kau juga bangga sedemikian? alu belum pernah kau mengatakannya, tentu saja, karena kita sudah terlalu jauh, sudah terlalu jauh. Maaf, dua minggu yang sangat menyusahkan bagimu, dan mengesankan bagiku. Aku tidak tahu, apa aku rugi atau untung, yang ku tahu, aku cukup berdamai dengan keadaan ini. Ini menyadarkanku, aku bukanlah wanita high class, sedang pasar penawaranmu sudah high class. Keterpurukan yang paling puruk adalah ketidakberdayaan atas diri sendiri, kini, apa yang ku genggam disaat aku tidak mampu tegak, apa yang aku tuju di saat aku hampa.
Tidak, mana boleh kau mengurusi hidupku, hidupmu saja tentu sudah sulit, tidak sepantasnya aku meminta belas kasihan padamu, memecahkan konsentrasimu, setidaknya walaupun tak berguna, tidak usah menyusahkan.
Bahkan, aku merendah saja kau tidak membanggakan ku, setidaknya memujiku. Hanya bilang 'terimakasih atas suportnya', bagaimana bisa seperti itu. Sudah sewaktunya aku berhenti berkhayal, tulang rusuk ini tak mungkin punya orang sehebat dirimu, mana mungkin, sudah sepatutnya aku berkaca pada cermin besar dan bening tanpa noda sedikit pun. Kau bilang, aku apa adanya, tentu saja karena sudah tidak ada apa-apanya lagi kan. Tidak apa-apa, kenyataan memilukan ini, aku tidak akan berhenti melangkah, walau terseok-seok, walau sudah tertinggal jauh, walau tidak akan bertemu, aku harus percaya pada diriku sendiri baru orang lain akan mengakui aku ada, bahwa aku ada.
Selamat Tinggal
Sabtu, 05 April 2014
Pergilah, Pergilah dengan tenang
"Sat, gua malam minggu dong ama temen-temen".
"Ya Ning, selamat menikmati, gua lagi ngajar."
tteonajima tteonagajima
tteonajima tteonagajima
Hari ini, kau bisa berkembang tanpa aku, apakah aku seburuk itu? tidak dapat membuatmu menjadi lebih baik disaat bersama. Aku, tidak mencintaimu, tetapi juga tidak bisa meninggalkanmu. Mereka, berkata kau bukan orang baik, tinggalkan saja, namun terkadang, mereka juga berkata padaku jangan menjadi orang terlalu muluk. Terlalu mulukkah diriku yang mengharapkan bisa menghabiskan malam minggu seutuhnya bersamamu? Menagih setiap janji yang terucap darimu? Berharap kau bisa menemani ku di saat sendiri, hanya sebentar saja, tidak terlalu sering, akan tetapi kenyataannya, kau terlallu sering membiarkanku sendiri. Kita, tidak bergandengan tangan saat menelusuri hutan hidup, kau dan aku, berjalan sendiri, terpisah tetapi saling memikirkan.
Aku, yang kau manfaatkankah? atau aku yang memang tidak bisa lepas darimu.
Aku, hanya meminta sederhana, kita bermain bersama, berdua, dalam waktu yang cukup lama.
Aku, yang belum ada apa-apanya dibandingkan denganmu.
Aku, yang kalah cantik dari teman-teman wanitamu
Aku, yang kalah stylish dibanding teman-temanmu.
Aku, yang terlalu naif memandang dunia.
Aku, yang terlalu berpikiran sederhana.
Aku, yang selalu merindukanmu.
Kenapa kau meninggalkanku sendiri, dan akan datang menjemputku di ujung hutan itu, tidak takutkah kau, aku tidak akan sampai ke ujung itu karena menemukan seseorang di tengah hutan. Aku yang selalu iri dengan pasangan lain, seandainya Sat, kau bisa lebih memahami apa yang ku mau, seandainya Sat, kau bisa menjadi yang ku mau. Salahkah aku yang memutuskanmu? kenapa, kamu adalah pacar pertamaku, kenapa bisa merusak cerita awal cintaku, apakah menurutmu cinta adalah hal yang sepele, bahkan untuk cinta pertama bagi seorang perempuan.
Tidak ada gunanya menangisi dirimu, kau bahkan tidak peduli denganku, baut apa, bawa pulang semua ini, bawa semua rasa ini, pergilah Sat, pergilah dengan tenang, cepat tunjukan padaku, pasangan barumu.
"Ya Ning, selamat menikmati, gua lagi ngajar."
tteonajima tteonagajima
tteonajima tteonagajima
Hari ini, kau bisa berkembang tanpa aku, apakah aku seburuk itu? tidak dapat membuatmu menjadi lebih baik disaat bersama. Aku, tidak mencintaimu, tetapi juga tidak bisa meninggalkanmu. Mereka, berkata kau bukan orang baik, tinggalkan saja, namun terkadang, mereka juga berkata padaku jangan menjadi orang terlalu muluk. Terlalu mulukkah diriku yang mengharapkan bisa menghabiskan malam minggu seutuhnya bersamamu? Menagih setiap janji yang terucap darimu? Berharap kau bisa menemani ku di saat sendiri, hanya sebentar saja, tidak terlalu sering, akan tetapi kenyataannya, kau terlallu sering membiarkanku sendiri. Kita, tidak bergandengan tangan saat menelusuri hutan hidup, kau dan aku, berjalan sendiri, terpisah tetapi saling memikirkan.
Aku, yang kau manfaatkankah? atau aku yang memang tidak bisa lepas darimu.
Aku, hanya meminta sederhana, kita bermain bersama, berdua, dalam waktu yang cukup lama.
Aku, yang belum ada apa-apanya dibandingkan denganmu.
Aku, yang kalah cantik dari teman-teman wanitamu
Aku, yang kalah stylish dibanding teman-temanmu.
Aku, yang terlalu naif memandang dunia.
Aku, yang terlalu berpikiran sederhana.
Aku, yang selalu merindukanmu.
Kenapa kau meninggalkanku sendiri, dan akan datang menjemputku di ujung hutan itu, tidak takutkah kau, aku tidak akan sampai ke ujung itu karena menemukan seseorang di tengah hutan. Aku yang selalu iri dengan pasangan lain, seandainya Sat, kau bisa lebih memahami apa yang ku mau, seandainya Sat, kau bisa menjadi yang ku mau. Salahkah aku yang memutuskanmu? kenapa, kamu adalah pacar pertamaku, kenapa bisa merusak cerita awal cintaku, apakah menurutmu cinta adalah hal yang sepele, bahkan untuk cinta pertama bagi seorang perempuan.
Tidak ada gunanya menangisi dirimu, kau bahkan tidak peduli denganku, baut apa, bawa pulang semua ini, bawa semua rasa ini, pergilah Sat, pergilah dengan tenang, cepat tunjukan padaku, pasangan barumu.
Kamis, 03 April 2014
Hati yang kuat
Siapa yang tau tentang cinta, perasaan bodoh yang selalu menjangkiti.
Kini aku menjadi ikut merasakan, tentang perasaannya, yang sejak kecil tidak di urus kedua orangtua, hanya seorang kakek, apalagi yang ia bisa harapkan, kenapa masih bisa mempercayai cinta? kenapa perlu iri dengan mereka yang lengkap, bahkan meminta sebagian kasih sayang lengkap untuk diberikan secuil pada dia. Dia, yang selama ini selalu menjadi bahan pertimbangan, kenapa aku selalu memikirkannya? kenapa tidak bisa berpaling? Bukankah Rodif juga berkata, jangan terlalu cinta nanti jatuhnya sakit. Menuruktu, aku tidak terlalu cinta, tapi anehnya ya sesusah ini melupakannya, atau aku memungkiri bahwa sebenarnya dia orang yang selalu ku cari, tapi tidak mau mengakui. Aku heran kenapa mereka bisa menemukan pasangan yang cocok dengannya, seperti kaka tingkatku yang mau LDR, temen bff ku yang dapat dipastikan akan pacaran dan temen bffku yang lain juga akan segera menyusul, tinggal aku sendiri dong yang gak punya pasangan.
Jahat ya, selalu berharap ama orang yang mendekati kita ketika ada maunya aja, ya Allah, apa dosaku. Pacaran rentan putus, bahkan pernikahan pun juga, ini seperti di kehidupan drama, semalam kau mimpi indah, ketika kau bangun, semua berbanding terbalik. ha, aneh, dosa apa yang aku lakukan.
Apa yang bisa ku lakukan sekarang, curhat? tidak, aku tidak mau ini hanya menjadi konsumsi kepo semata, akankah ada orang yang benar-benar mengerti. Sudah barang tentu aku harus mengkonsultasikannya kepada orangtua, tapi...
Bidikmisi udah turun, katanya ketika bidikmisi turun dia akan... ah, sudah tentu lidah tidak bertulang, aku tahu Ma, Pa, aku memang bodoh, tapi itu tidak akan menjadi aku kapok untuk menjadi orang baik atau orang yang diperalat.
Ning, Ning, Niing, no body's perfect, begitu juga dengan lu, apa susahnya memaafkan kesalahan, lu juga pernah berbuat kesalahan. Jangan jadi orang kaku, toh lu juga gak kaku, take it easy and easy going aja, masalah adalah apa yang lu pikirkan.
Tapi setidaknya gua bisa menulis keluhan di sini, setidaknya untuk dokumentasi, bahwa diriku pernah mengalami masa sulit. Hmmm, tapi sebagian teman-temanku tahu blog ini, bagaimana caranya ya biar gak ketauan, masa ganti blog, gak asik itu.
Pengalaman pengen pup jam 3 pagi kemarin", bener-bener membuatku menjadi terbuka matanya, apa yang bapak ucapkan, aaahh Bapak, ...
Bapak, masihkah kau percaya ada cinta disana? masihkah kau percaya tentang bahaya fitnah? masihkah kau percaya tentang pentingnya berterus terang?
Andai, waktu itu dapat terus berulang, akan ku rela menjalani hidup yang monoton terus. Ketika pulang sekolah hujan-hujanan, mama mengomeliku untuk segera merendam ke cucian, sewaktu libur, aku rajin bangun pagi untuk sarapan bubur yang dibilang pemborosan. Sewaktu dirumah, tentu aku tidak akan terus-terusan tidur menjadi putri tidurmu, karena aku tahu, melewatkan moment yang paling berharga. Andai penyesalan memang dapat diperbaiki Ma, Pa.
Tidak, seharusnya pertanyaan, masihkah mempercayai adanya cinta itu ditujukan padaku, pada Keira Rahayu. Jangan, jangan curhat kepada orang lain, pasti itu tidak akan menyelesaikan masalah, pasti.
Tidak, itu tidak benar, sewaktu aku curhat kepada teman-teman SD ku, aku baru menyadari, aku masih beruntung daripada mereka, mereka saja optimis kok membina rumah tangga yang baik, ini malah pendidikan paling tinggi malah uring-uringan gak jelas, payah Kei.
Kei, yang kuat Kei, ku mohon, jadilah yang kuat, senyumlah sambil bertindak, sampai kapanpun, aku tetap selalu mencintaimu.
Kini aku menjadi ikut merasakan, tentang perasaannya, yang sejak kecil tidak di urus kedua orangtua, hanya seorang kakek, apalagi yang ia bisa harapkan, kenapa masih bisa mempercayai cinta? kenapa perlu iri dengan mereka yang lengkap, bahkan meminta sebagian kasih sayang lengkap untuk diberikan secuil pada dia. Dia, yang selama ini selalu menjadi bahan pertimbangan, kenapa aku selalu memikirkannya? kenapa tidak bisa berpaling? Bukankah Rodif juga berkata, jangan terlalu cinta nanti jatuhnya sakit. Menuruktu, aku tidak terlalu cinta, tapi anehnya ya sesusah ini melupakannya, atau aku memungkiri bahwa sebenarnya dia orang yang selalu ku cari, tapi tidak mau mengakui. Aku heran kenapa mereka bisa menemukan pasangan yang cocok dengannya, seperti kaka tingkatku yang mau LDR, temen bff ku yang dapat dipastikan akan pacaran dan temen bffku yang lain juga akan segera menyusul, tinggal aku sendiri dong yang gak punya pasangan.
Jahat ya, selalu berharap ama orang yang mendekati kita ketika ada maunya aja, ya Allah, apa dosaku. Pacaran rentan putus, bahkan pernikahan pun juga, ini seperti di kehidupan drama, semalam kau mimpi indah, ketika kau bangun, semua berbanding terbalik. ha, aneh, dosa apa yang aku lakukan.
Apa yang bisa ku lakukan sekarang, curhat? tidak, aku tidak mau ini hanya menjadi konsumsi kepo semata, akankah ada orang yang benar-benar mengerti. Sudah barang tentu aku harus mengkonsultasikannya kepada orangtua, tapi...
Bidikmisi udah turun, katanya ketika bidikmisi turun dia akan... ah, sudah tentu lidah tidak bertulang, aku tahu Ma, Pa, aku memang bodoh, tapi itu tidak akan menjadi aku kapok untuk menjadi orang baik atau orang yang diperalat.
Ning, Ning, Niing, no body's perfect, begitu juga dengan lu, apa susahnya memaafkan kesalahan, lu juga pernah berbuat kesalahan. Jangan jadi orang kaku, toh lu juga gak kaku, take it easy and easy going aja, masalah adalah apa yang lu pikirkan.
Tapi setidaknya gua bisa menulis keluhan di sini, setidaknya untuk dokumentasi, bahwa diriku pernah mengalami masa sulit. Hmmm, tapi sebagian teman-temanku tahu blog ini, bagaimana caranya ya biar gak ketauan, masa ganti blog, gak asik itu.
Pengalaman pengen pup jam 3 pagi kemarin", bener-bener membuatku menjadi terbuka matanya, apa yang bapak ucapkan, aaahh Bapak, ...
Bapak, masihkah kau percaya ada cinta disana? masihkah kau percaya tentang bahaya fitnah? masihkah kau percaya tentang pentingnya berterus terang?
Andai, waktu itu dapat terus berulang, akan ku rela menjalani hidup yang monoton terus. Ketika pulang sekolah hujan-hujanan, mama mengomeliku untuk segera merendam ke cucian, sewaktu libur, aku rajin bangun pagi untuk sarapan bubur yang dibilang pemborosan. Sewaktu dirumah, tentu aku tidak akan terus-terusan tidur menjadi putri tidurmu, karena aku tahu, melewatkan moment yang paling berharga. Andai penyesalan memang dapat diperbaiki Ma, Pa.
Tidak, seharusnya pertanyaan, masihkah mempercayai adanya cinta itu ditujukan padaku, pada Keira Rahayu. Jangan, jangan curhat kepada orang lain, pasti itu tidak akan menyelesaikan masalah, pasti.
Tidak, itu tidak benar, sewaktu aku curhat kepada teman-teman SD ku, aku baru menyadari, aku masih beruntung daripada mereka, mereka saja optimis kok membina rumah tangga yang baik, ini malah pendidikan paling tinggi malah uring-uringan gak jelas, payah Kei.
Kei, yang kuat Kei, ku mohon, jadilah yang kuat, senyumlah sambil bertindak, sampai kapanpun, aku tetap selalu mencintaimu.
Langganan:
Postingan (Atom)