Siapa yang tau tentang cinta, perasaan bodoh yang selalu menjangkiti.
Kini aku menjadi ikut merasakan, tentang perasaannya, yang sejak kecil tidak di urus kedua orangtua, hanya seorang kakek, apalagi yang ia bisa harapkan, kenapa masih bisa mempercayai cinta? kenapa perlu iri dengan mereka yang lengkap, bahkan meminta sebagian kasih sayang lengkap untuk diberikan secuil pada dia. Dia, yang selama ini selalu menjadi bahan pertimbangan, kenapa aku selalu memikirkannya? kenapa tidak bisa berpaling? Bukankah Rodif juga berkata, jangan terlalu cinta nanti jatuhnya sakit. Menuruktu, aku tidak terlalu cinta, tapi anehnya ya sesusah ini melupakannya, atau aku memungkiri bahwa sebenarnya dia orang yang selalu ku cari, tapi tidak mau mengakui. Aku heran kenapa mereka bisa menemukan pasangan yang cocok dengannya, seperti kaka tingkatku yang mau LDR, temen bff ku yang dapat dipastikan akan pacaran dan temen bffku yang lain juga akan segera menyusul, tinggal aku sendiri dong yang gak punya pasangan.
Jahat ya, selalu berharap ama orang yang mendekati kita ketika ada maunya aja, ya Allah, apa dosaku. Pacaran rentan putus, bahkan pernikahan pun juga, ini seperti di kehidupan drama, semalam kau mimpi indah, ketika kau bangun, semua berbanding terbalik. ha, aneh, dosa apa yang aku lakukan.
Apa yang bisa ku lakukan sekarang, curhat? tidak, aku tidak mau ini hanya menjadi konsumsi kepo semata, akankah ada orang yang benar-benar mengerti. Sudah barang tentu aku harus mengkonsultasikannya kepada orangtua, tapi...
Bidikmisi udah turun, katanya ketika bidikmisi turun dia akan... ah, sudah tentu lidah tidak bertulang, aku tahu Ma, Pa, aku memang bodoh, tapi itu tidak akan menjadi aku kapok untuk menjadi orang baik atau orang yang diperalat.
Ning, Ning, Niing, no body's perfect, begitu juga dengan lu, apa susahnya memaafkan kesalahan, lu juga pernah berbuat kesalahan. Jangan jadi orang kaku, toh lu juga gak kaku, take it easy and easy going aja, masalah adalah apa yang lu pikirkan.
Tapi setidaknya gua bisa menulis keluhan di sini, setidaknya untuk dokumentasi, bahwa diriku pernah mengalami masa sulit. Hmmm, tapi sebagian teman-temanku tahu blog ini, bagaimana caranya ya biar gak ketauan, masa ganti blog, gak asik itu.
Pengalaman pengen pup jam 3 pagi kemarin", bener-bener membuatku menjadi terbuka matanya, apa yang bapak ucapkan, aaahh Bapak, ...
Bapak, masihkah kau percaya ada cinta disana? masihkah kau percaya tentang bahaya fitnah? masihkah kau percaya tentang pentingnya berterus terang?
Andai, waktu itu dapat terus berulang, akan ku rela menjalani hidup yang monoton terus. Ketika pulang sekolah hujan-hujanan, mama mengomeliku untuk segera merendam ke cucian, sewaktu libur, aku rajin bangun pagi untuk sarapan bubur yang dibilang pemborosan. Sewaktu dirumah, tentu aku tidak akan terus-terusan tidur menjadi putri tidurmu, karena aku tahu, melewatkan moment yang paling berharga. Andai penyesalan memang dapat diperbaiki Ma, Pa.
Tidak, seharusnya pertanyaan, masihkah mempercayai adanya cinta itu ditujukan padaku, pada Keira Rahayu. Jangan, jangan curhat kepada orang lain, pasti itu tidak akan menyelesaikan masalah, pasti.
Tidak, itu tidak benar, sewaktu aku curhat kepada teman-teman SD ku, aku baru menyadari, aku masih beruntung daripada mereka, mereka saja optimis kok membina rumah tangga yang baik, ini malah pendidikan paling tinggi malah uring-uringan gak jelas, payah Kei.
Kei, yang kuat Kei, ku mohon, jadilah yang kuat, senyumlah sambil bertindak, sampai kapanpun, aku tetap selalu mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar