Membaca buku tentang emansipasi wanita rasanya tidak masuk ke kalbu kalau dirimu dalam keadaan kalut atau galau. Hmmm, menurutku juga, hari gini sudah tidak ada lagi lelaki yang meremehkan perempuan hanya karena gender, soal pendobrakan tradisi tentang pemberian nama keluarga pada anak laki-laki, aku rasa itu suatu kebetulan tersendiri, dan memang pertaurannya seperti itu. Iri tentang hak-hak keistimewaan laki-laki dibanding perempuan, aku tidak ambil pusing, biasa saja, semua sudah sama saat ini, kecuali keiirian yang membuatku aku tidak bisa kelayapan seenaknya sampai larut malam di jalanan.
Ah, keluarga ya, akankah ada keluarga di masa mendatang untukku?
Hmmm, wanita dan pria, semua sama indahnya, semua berbeda tetapi saling melengkapi, wanita dan pria sama indahnya.
Apa pentingnya berkoar tentang kesetaraan gender, saat sekarang peluang terbuka lebar dan merata untuk setiap kalangan, aku sedih karena aku kalah prestasi dibandingnya, dan ini terus menghantui ku sepanjang malam, aneh, walaupun aku yang memutuskan hubungan, aku berasa yang dibuang, dan aku tidak terima ketidakberdayaan ini, akan ku buat kau menyesal tak memilikku.
Apa yang bisa ku perbuat dari sekarang, apa yang ku kejar? tak satu pun prestasi mengunjungi ku, aku harus berbuat berbeda untuk bisa diapresiasi, tapi keahlian apa itu, semua harus di persiapkan langkah dengan langkah, yang penting mencoba sambil beraksi. Ya, nyicil aksi, itu yang terpenting, semangat, belum ada kata terlambat, berlari dari sekarang!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar