Translate

Sabtu, 28 Desember 2013

Obrolan di kala senggang

Hari ini banyak bercakap-cakap dengan anak-anak sekre, memang bener sih, pikiran negatif bakalan terbuang jika lu lebih bergaul dengan orang sekitar, dengan sendirinya lu akan berintropeksi diri. Topik terhangat masalah status, dan puncaknya ketika Rodif bercerita, tentang anak-anak sekre yang sudah dalam taraf mendadaki pacaran. Well, jujur, sebenarnya gua capek pasang tampang senyum, karena takut dikira patah hati, abis Rodif nyangka gua suka ama mereka, padahal gua cuma iri aja, mereka bisa melepas masa jomblonya. Terkadang gua pengen punya pacar yang bisa diajak berbagi dalam keikhlasan, tapi sepertinya saat ini belum tepat. Ya, aku hanya bisa mendoakan mereka, semoga mendapat yang terbail, aamiin.
Dan satu lagi, anehnya, gua seperti menciut di depan Rodif, sepertinya dia punya something karisma untuk membuat lawan bicaranya menjadi terpengaruh. Itulah gunanya organisasi teman, aku pun harus banyak belajar, memperbaiki diri dan melupakan segala pahit rasa yang dialami, semua demi masa depan cerah. Tapi galau juga sih kalau belum dapat pasangan, masalahnya, orang kaya gua terlalu minder dan gak bisa ngakuin perasaan seutuhnya. Phuft, gimana gebetan gua mau tau kalau gua suka dia tapi gak pernah ngomong? :(

gua itu gak waw dan nothing spesial, gua harus berpacu lebih baik lagi supaya dapat pasangan yang waw juga :) aamiin
semangat untuk kita semua, wish we luck ;)

Selasa, 24 Desember 2013

Dilema Mencontek

Aku terharu dengan ungkapan temanku yang satu ini, katanya sih dia mengganggap teman itu gak ada, yang ada hanya kepeningan, tapi aku percaya, dibalik itu semua, dia masih memiliki perasaan lembut dan indah. Kamu tahu kan maksudku?
Ungkapan sebelumnya yang pernah terlontar dari mulutnya itu adalah "Kenapa kamu jerawatan Ning, aku sedih ngeliatnya, eman-eman, kamu kan manis"
:D, well, kalau udah inget ungkapan yang satu ini, terkadang aku lupa Kalau Ulya cukup menyebalkan diluar attitudenya, yang suka celas ceplos dan gak bisa menyembunyikan tampang juteknya pada orang baru.
Tapi aku tidak mau membahas hal ini lebih larut, karena takut akan menimbulkan kesombongan diri, aku akan membahas ungkapan Ulya yang kedua, tentang diskusi kemarin hari Senin..
"Aku percaya kamu Ning, bakal lebih sukses dari orang-orang, temen-temen kita yang IP nya tinggi itu, dengan dirimu yang seperti ini." Ujar Ulya padaku saat kita hendak ngeprint laporan Horti dibelakang kampus.
"Aamiin." sahutku
"Kamu merasa pinter gak dari mereka yang IP nya lebih bagus darimu?"
"Iya ya, mmm gini ya, gak usah jauh-jauh, aku merasa lebih pintar ketika aku tidak mencontek, sedang mereka yang mencontek, aku merasa lebih pintar darinya."
"Bener tuh Ning, kesannya orang mencontek itu gak punya otak dan mengakui yang diconteknya itu lebih pintar darinya."
Saat menunggu dosen Semtan, diskusi pun berlanjut dengan Titis, Titis pun menganggap kalau orang mencontek itu gak punya otak
"Kalau aku, seperti, dirimu gak bisa mengerjakan soal, ketika kamu mencontek kamu membohongi dirimu sendiri, kalau dirimu sebenarnya gak mampu." kata Ulya lebih lanjut

Teman-teman, mari kita berbenah, sudah sepatutnya dunia perguruan tinggi itu mencari ilmu, tidak lagi mencari nilai, kita pun diterima sebagai mahasiswa, menumbalkan keinginan pejuang-pejuang pelajar lain, yang tersayat hatinya, yang menanggung malu pada teman-temannya, guru-gurunya, keluarganya.. Sudah seharusnya kita tidak menukarkan Allah dengan sesuatu yang murah, pintalah, pinta agar kau bisa mengerjakannya dengan baik, agar kau bisa mengerjakannya sendiri. Karena penggemblengan ini berguna untuk melatih daya stres kita ketika kita menghadapi dunia kerja kelak. Aku membenci kalian yang mencontek, aku berharap orang-orang seperti itu tidak menduduki posisi yang mulia.
Pintalah yang berguna ketimbang menyembah pada yang tidak baik..
Allah punya pekerjaan bagus yang kalian inginkan, Allah punya uang banyak yang kalian inginkan sebagai gaji, Allah pemilik alam ini beserta isinya, tapi kamu hanya mengambil sebagaian kecil juga murah berupa nilai, angka-angka yang akan dilupakan manusia kesokan harinya.
Ketika aku tidak mencontek, aku sedang meminta mobil lamborgini kepada Allah, ketika aku tidak mencontek, aku sedang meminta rumah bagus kepada Allah, ketika aku tidak mencontek aku sedang meminta pekerjaan layak untukku.
Marilah kita sama-sama berbenah, sama-sama memegang amanah walau sekcil apapun, karena dari yang kecil akan timbul yang besar.
Hidup MAHASISWA!

Sabtu, 21 Desember 2013

Like lonely

Ada yang aneh ketika gua melihat orang lain sedang bersama, entah bersama teman-temannya, pacarnya, keluarganya, seperti aku tidak memiliki itu semua. Aku pengen deh punya temen yang sehobi, bisa bertukar dan saling berjuang bersama, melakukan hal-hal konyol, tertawa terbahak-bahak didepan umum, seakan waktu memang sangat menyenangkan. Aku ingin ketika bersama keluarga, diam, tidak berbicara sepatah kata, benar-benar menghayati kebersamaan yang ada, ingung memilih pesanan makannan, senang melihat-melihat yang dijual di sekeliling, antusias dengan barang yang dibawa untuk oleh-oleh. Aku ingin berjalan bersama seorang pacar, ngomel-ngomelin dia tiap jalan, nyubit-nyubit saking gemesnya, bertukar cerita tentang kejadian yang telah terjadi, orang yang menyebalkan, kejadian yang menguntungkan, keluh kesah yang ada dan semangat optimisme yang masih tersisi dan akan tetap terisi, berbagi motivasi dan bertukar motivasi dan saling melengkapi. Hari ini aku belum menemukan sahabat yang pas untuk ditaruhkan semua asaku padanya, pacar tidak punya, mungkin karena aku yang sangat terlalu pemilih, maunya sih yang ganteng, optimisme, humoris, jorok, nakal, pengertian dan keras kepala. Rasanya aku sudah capek bermain dengan gebetan-gebetan untuk mendapatkan sosok pacar ini, hehe, aku juga bingung, pacaran itu dosa tapi aku mau pacaran, jadinya yah, kalau deket ama cowok yang kita suka nikmatin aja, gak ada kepikiran buat macarin, nikmatin sampai dia dapat pacar baru ganti target. wuuu so fire, apa itu lebih dosa ya? tapi aku juga gak php, just seneng aja jika ada kesempatan jalan bersama, dan gebetan-gebetanku, sudah memiliki pacar, congrats to kalian, semoga bahagia dan jalanilah pacaran yang prospek, gak sekedar tempat manja-manjaan, pelarian waktu, itu pacaran di jaman Zalim, sekarang itu pacaran juga harus wow, jangan pilih asal cakep kalau kualitas dibawah SSN... hahahah
Entahlah, kadang aku sangsi, apa bener ada orang yang bisa buat aku bener-bener cinta ama dia, kayanya sih selama ini cuma sekedar buat isi-isi cerita hidup biar nano-nano aja deh.
Kau tahu, aku sedih ketika dekat dengan seseorang teman cowok, kupikir akan jadi sahabat, tapi yang menyebalkan dia menaruh rasa sama aku, aku takut bersama karena disangka php, lalu aku terus sendirian, tanpa ada temen yang ngajak jalan, that's boring, kadang gua heran, apa diri gua ini menjual banget ya, mungkin karena gua terlalu pengertian dan baik ke semua orang, makanya jadi salah kaprah, padahal aku melakukan yang terbaik itu mengharapkan bisa menjadi hamba-Nya yang terbaik dan tersoleha.
Sekarang aku bingung nyari partner bisnis, yang cewek kurang struggle, yang cowok kayana pada naksir gua, beuh, sendirian bisnis juga keteteran -.-
Apapun itu, dahulukan yang utama, karena tugas kampus belum berakhir, sambil bisnis dipikir nyicil

:) semangat kawan, selama alam masih ada, disitu masih ada harapan :D

Orang-orang lain

Kenapa ya kita pasti atau selalu nemuin orang yang nyebelin menurut kita, entah itu dia yang gak suka kita, orang carmuk, orang egois dan sebagainya. Ini yang salah atau diri gua ya, masa sih tiap tempat organisasi selalu ada orang yang nyebelin seperti itu? Jangan-jangan malah diri gua yang terlalu somong untuk mengaku rendah dan orang lain itu congak. Entahlah, yang jelas, inilah yang gua rasakan. Tadi di kampus ketemu gua biasa aja, giliran ketemu dalam acara organisasi, manisnya bilang 'eee Nining, baru ketemuuu' hoak cuih. Gua ngilang juga kagak ada yang nyariin, kagak ada yang sms, kagak ada yang ngejarkomin. Emang sih gua kayanya salah masuk organisasi, Islam, tau apa gua tentang islam, ngaji gak bagus, shalawatan gak bisa, yasinan kalah cepet. Tapi semua itu gak bikin gua merasa kalah dibanding kalian, karena di penerapan dalam kehidupan sehari-hari, gua mengaplikasikannya dalam aktivitas gua, gak cuma sekedar bisa, tahu. Tapi perlu dipahami. Gua bangga bukan tipe penghasut, sukanya jual kejelekan orang didepan yang lain, kerja cuma pengen diapresiasi, kerja sambil merasa super dan yang lain gak bakal mampu bisa atau tanpa gua kegiatan ini gak jalan, dan hal kampret lainnya.
Ngomongnya aja, korupsi itu bejat, nyatanya pake aplikasi modem gratis gak pake bayar, terus lu mau bilang 'ini halal karena hasil rampasan perang gitu?'. Ngaji tiap minggu, shalat subuh aja telat, bisa-bisanya nyelenggarain ulang tahun tapi yang ulang tahun di bulan sama ada yang kagak di rayain, lu bilang anak organisasi, tapi gak profesional, hati lu tuh didepanin, mana yang lain nurut kaya kebo di cucuk idungnya, kalo bukan karena menghargai temen gua yang dirayain ulang tahunnya itu, bah gua obrak-abrik itu acara. Terus yang ulang tahun di bulan oktober lain mau dirayain kapan, tahun depan???
Mungkin itulah berawalnya, rasa gak peka atau gak peduli terhadap sesama, menyebabkan satu persatu kader tumbang, giliran sudah ber 'wow', koar-koar "ITU ORANG DARI ORGANISASI SINI", nista banget ya, gak mendampingi prosesnya, setelah jadi main klaim.
Sampai detik ini, gua gak tau info apa-apa, yah kalau memang sudah ditinggalkan, aku terima. Gua memang sadar, gak ikut organisasi kampus, mana bisa nemuin kader penerus, gua gak handal dalam islamnya ini, apa yang mau dimanfaatin, sakit ketika lu aktif nongol tapi yang jarang nongol karena bisa salawatan begitu sangat dihargai, yah itulah ilmu kawan, itulah yang membedakan kedudukan. Bukankah begitu?
Mungkin aku harus mencari jalanku sendiri tanpa melepas jiwa NU.
I don't know, gua kecewa sama diri gua atau sama apa, yang jelas gua sedih.
Semoga Allah masih mau menguatkan dan memberi petunjuk, aamiin...


Jumat, 20 Desember 2013

Sesuatu yang... gaib

Bermula ketika gua malas untuk melakukan aktivitas pagi, jam 08.00 WIB, gua melanjutkan tidur, something aneh, ada seseorang yang masuk, pintu kamar memang gak dikunci, tapi Sari temanku dan hanya dia yang selalu keluar masuk kamarku karena kami sangat dekat, dia sudah berangkat ke madiun kemarin malam. Tapi karena malas melek, aku biasa ja, mungkin temen kosku yang lain, mba Riani ato Reni, padahal mereka gak pernah masuk kamarku kalau aku tidak memberi izin, karena kami memang gak terlalu dekat. Tapi entah kenapa aku membiarkannya, sampai sosok itu duduk di kursi tempat ku mengetik biasanya, dan membungkuk ke arahku sambil meniupkan angin ke telingaku, pelan, dan yang kurasa geli terus sedih, entah kenapa sedih, ketika aku melek, nothing, gak ada orang, kupikir aku akan mendapati temen kosku yang iseng, ternyata gak da sama sekali. sekilas aku melihat paha milik perempuan sebaya ku lah, lumayan berisi, tapi aku tak sempat melihat muka, sosok itu hilang. Aku lantas memberitahukan hal ini kepada Ibuku yang di Kalimantan, takut itu merupakan pertanda buruk.
Kata ibuku, dia tak tahu, tapi dia akan menanyakannya kepada Lek Sapto, adiknya yang ke-3 mungkin, dari 5 bersaudara. Dia bilang, mungkin kiai Lek Sapto tau tentang ada apa di dalam kamarku ;( hikz.
Kemarin malam, sewaktu aku menikmati film 'City of Ember', memang seperti ada yang menarik baju ku pelan lewat lubang kursi di bagiang pinggang, tapi aku tak ambil pusing, kupikir cuma halusinasi. Dulu, sekitar sebulan yang lalu, aku melihat ada sosok putih berkelebat masuk ke kamarku, atau keluar kamarku, atau jalan-jalan, lagi-lagi aku pikir halusinasi ku, karena aku terlanjur tahu kos ini memang ada penghuninya dari mba-mba kosku.
Lucunya, penghuninya marah kalau tempatnya kotor, beuh jadinya kos ini kinclong dan bersih yang pernah ku kunjungi, padahal gak da yang ngatur dan gak da ibu kos. Seremnya, dulu ada yang kesurupan gitu, ya sudah daripada menanggung resiko yang tidak-tidak, mending bersih-bersih. Mungkin penghuni sini marah ngeliat kamarku yang berantakan dan semerawut, padahal kamarku kan bukan tempat publik, jadi gak terlihat kotor, kenapa sensi ya? -.-
Akhirnya semenjak kejadian tadi aku lantas bersih-bersih, munguti rambut yang rontok, kumpulan tisu abis nangis-nangis 2 hari yang lalu, dan bungkusan snack. Phuft, padahal niatnya pengen tetep stay di kos walau sendiri, isi liburan dengan kerja part time dan jualan untuk dijadikan usaha tetap sewaktu kuliah, karena aku pengen mandiri sehingga orangtua gak perlu ngirimin duit untuk biaya hidup di Solo.
Aku mendapat kabar nenekku sakit, padahal pengen libur ini berkunjung kesana, tapi tugas hari senin menumpuk, dan aku gak bisa berinternetan di kampung karena masalah sinyal. Jadinya berkunjung ke rumah nenek tertunda 2 kali karena minggu sebelumnya juga punya niatan berkunjung. Aku kasian sama nenekku, pasti dia kesepian disana, anak-anaknya sibuk bekerja, dan cuma mamaku yang merantau paling jauh sampai Jakarta sekarang di Kalimantan...
Ya Allah berilah kesembuhan pada nenekku, kuatkanlah raga dan rohaninya, aku pun pengen membahagiakan dia walau nenekku terlampau sederhana orangnya, nenekku suka dengan uang dibanding pemberian apapun, alasannya supaya dia bisa membagikannya kepada cucu-cucunya, agar cucu-cucunya senang, ya keluarga kami memang susah keuangannya. Aku harus menjadi kaya dan beriman terntunya, aamiin

O ya, aku hampir lupa, dalam SMSnya mamaku bilang kalau dari kecil memang aku cenderung bisa merasakan hal-hal gaib :3
well, ternyata kedua orangtuaku benar-benar memperhatikan aku, sayang ya, ketika perpisahan yang hanya bisa membuatmu tersadar, dan berusaha mencari celah-celah untuk bisa lebih dekat kembali :)

Hari ini aku memasak kol rebus campur sambel kacang, seperti pecel, kau tau, aku sedang mengurangi makanan berminyak (kalau sadar), karena minyak menyebabkan jerawat, dan orang korea bermuka mulus selain faktor cuaca disana, ya karena makanannya rebusan semua :D

oh ya, aku jadi inget kemarin sewaktu sosialisasi peminatan, disitu ada profil dosen yang berfoto dengan latar belakang tempat di luar negeri, pengen nyusuuuul, aamiin, semoga kesampean ya Allah, aamiin.
Satu untuk mimpi, dan mimpi untuk satu :) semangat bergerak!

Sesuatu yang baru

Ada yang aneh ketika gua melakukan sesuatu hal yang baru, tapi mendapati kernyitan dahi orang yang berkomentar dan omongan sinting yang pernah ku dengar, bagaimana bisa mereka bisa jijik dengan sesuatu hal yang baru, otak mereka mati, kreatifitas mereka tumpul dan otak mereka selalu di dengkul. Aku benci mereka dan itu tidak akan menghalangi kegiatan baruku. Seperti aku memasak yang aneh-aneh, entah nasi goreng campur mayones mangga, getuk singkong gula jawa goreng, dan seterusnya. Phuft, yang memakan itu aku, aku tidak mencekoki dirimu dengan makanan aneh yang aku buat, tapi apapun itu, ku harap kau juga berkembang, tidak hidup monoton, seperti katak dalam tempurung, sampai kapan cangkangmu utuh menghadapi era globalisasi ini ha?
Tidak sampai disitu, aku jadi keinget sewaktu bertanya mengenai, yah mungkin hal sepele, seperti tumbuhan apa ini, buah apa ini, apa ini? kalimat pembuka sebelum mereka benar-benar menjawab pertanyaanku adalah hinaan, perasaan jijik juga, 'Orang jakarta gak pernah tau ini ya?, ih masa gak tau sih, ya ampun masa gak tau, ih anak pertanian gak tau, malu". Gua emang gak berasal dari kampung kaya kalian, terkadang orang daerah itu bisa terlalu kurangajarnya dibanding dengan orang jakarta yang tingkat pendidikannya lebih tinggi, termasuk kebalikannya, kita orang jakarta juga bisa terlalu gak tau sopan santunya, yang menurut orang jakarta bilang sih, lebay ah harus kaya gitu. Hehe.
tapi aku tidak suka dengan cara pandangan mereka yang sebelah, kenapa orang jakarta gak boleh milih pertanian? kenapa orang jakarta gak boleh ngerti tumbuhan? ya apapun itu, sepertinya gua harus siap menerima kalimat pembuka itu setiap saat ketika gua bertanya masalah pertanian dengan teman-teman, dan lagi-lagi, hal itu tidak akan mematikan daya kreatifitas gua, kritis gua, nalar gua, daya hidup gua. Never. Ever. and After! :p

Sesuatu baru yang aneh bin ajaib itu juga sewaktu sosialisasi peminatan jurusan, Jum'at dini jam 13.00 WIB. Dosen-dosen ngomongnya apa "waktu penelitian tidak akan lama, biaya penelitian bisa gratis sepenuhnya kalau ikut proyek dosen, banyak lulusannya yang kerja dia bank, ato di kantor-kantor, nanti bisa cari beasiswa S2, nanti cepet lulus, nanti IP nya cumlaude". Shit man, w bilang shit. Apanya lu bilang jadi petani yang baik, petani yang memajukan bangsa Indonesia, ketika cara pikir lu pun seperti itu, sama aja seperti omong doang, dan kita butuh perubahan, seorang pahlawan tanpa tanda jasa, seorang mahasiswa pertanian yang lulus menjadi petani, yang tidak dibanggakan sewaktu acara sosialisasi peminatan. Bangsa ini butuh jiwa-jiwa besar, dan kalau bukan kita, siapa lagi?
Menurut ku, struktur pendidikan kita salah ketika semua mengacu berdasarkan penialaian, seperti Pembimbing Akademik gua yang mengharuskan gua ber IP 4, sewaktu itu gua pengen bilang, ya saya akan berjuang mati-matian meraih IP 4 asal srutktur pendidikan disini dirubah. Ketika ujian gak harus dari materi ppt, ngapal tok! ketika praktikum gak buang-buang waktu di laporan, kebanyakan cari tipus, pendalaman gak da dan otak kita dibiarkan gak berkembang, mengembangkan sendiri hipotesa kelainan dari pegangan ilmu yang telah ada. Seperti teori biogenesis yang mati-matian menyangkal teori abiogenesis, pada akhirnya, yang berbeda tetap mendapat penghargaan.

Phuf, gua jadi sebel ama dosen Genetika Tumbuhan gua, seseorang dosen yang aku harapkan singkat pertemuannya. Bagaimana bisa dia lebih fokus mengurus sistematika kerjaan mahasiswanya tanpa bahas isi materinya lebih dalam, gua curiga, kayanya nih dosen salah masuk kelas mungkin. Inilah yang gak membuat gua semangat belajar ama dia, gak ada hal baru yang gua dapat dalam genetik, untung baca majalah budidaya tanaman sansevieria, jadinya gua tau pembuatan mutasi tumbuhan dengan aplikasi pemakaian kolkhisin. Satu semester kenyang oleh nasihat dia 'ini sebagai latihan dalam pembuatan skripsi'
ya makan aja tuh skripsi murahan, penambahan pupuk meningkatkan hasil panen, pengaruh banwang terhadap kecepatan kecambah, pengaruh pestisida nabati terhadap wereng. membosankan dan sama sekali gak berperan dalam ilmu pengetahuan, selain pengulangan-pengulangan yang telah ada.
Fakultas pertanian, sudah bisa nyiptain varietas apa, predator hama apa, buat zpt apa?
Tetap saja, dari kesemua unek-unek, tetep gua yang paling banci. mikir dan ngomong doang, tanpa melakukan yang real. tuh, mahasiswa IP cumlaude, yang gencar cari bocoran UKD, giat ngapalin ppt, rajin hapalin hasil praktikum. Saat ditanya mengapa demikian? jawabannya 'diam'
ya ya, anggap w sirik dengan biji IP mereka, cover yang menipu, omongan manis yang wueeek, akting yang bagus. Cover mereka menjual untuk meraih beasiswa berikutnya, sedang gua, malah berkutat dengan hal yang menyebrang dengan yang dosen sajikan, IP megap-megap, tapi tetep bercita-cita bisa pergi ke Jepang, aamiin.
Semua ini mengenai persepsi masing-masing, dan setiap itu ada plus minus.
semoga kita bisa sukses semua, aamiin

sekian celoteh gua hari ini, mohon maaf bila ada yang tersinggung.
ya Allah, berilah aku kekuatan melawan garis cobaan yang Kau berikan.
optimis dan semangat and win-win. :)

Kamis, 19 Desember 2013

hadirkan optimis

ada yang aneh mengenai diriku, rasa ketidakpercayaan diri lagi-lagi menghampiri, pengen seneng-seneng kaya temen yang lain, sepertinya susah dipikirkan. Aku tahu, aku termasuk pemikir yang berat tanpa adanya tindakan real yang sinkron dengan apa yang aku pikirkan, bukannya gak ada sih, ada tapi belum efisien, cuma ya mungkin sekitar 15%. Hari ini aku benear-benar pengen berubah, tapi sulit untuk berpenetrasi masuk ke pergaulan, aku tahu, salah di langkah awal akan memperberat medan berikutnya, seandainya saja aku bisa lebih berani. Tapi sampai kapan aku menunggu keberanian, keberanian timbul disaat kita berbuat, ya aku harus berbuat sesuatu untuk saat ini. Semoga Allah senantiasa membimbing diriku ini, Aamiin.
Tapi darimana kita akan memulai?
dari apapun yang bisa dimulai, ya Tuhan, kuatkanlah diriku agar bisa menjalani takdir sesuai harapan, cita-cita dan doaku, aamiin.
Aku kira banyak orang yang memiliki mimpi, tapi cukup kecil keberaniannya untuk merealisasikan hal tersebut, dan aku harus yakin, tegas dan berani. Aku harus melakukan sesuatu, untuk mendapatkan perubahan, aku harus bergerak untuk mendapat apa yang aku inginkan.
Harapan adalah sesuatu yang indah dan menyenangkan jika memiliki, selama masih mempunyai harapan, disana masih ada kehidupan :)
Sudah sepatutnya aku meneladani sikap baik, kerja keras dan pengertian yang dimiliki kedua orangtuaku, aku cukup bersyukur dan kedepannya harus sangat bersyukur, mempunyai kedua orangtua seperti mereka. Tidak, aku bangga akan mereka, dan aku berkewajiban membahagiakan mereka, dimana sudah ada uban di rambut ayahku, setidaknya dia harus mencicipi kehidupan mewah yang aku berikan. Aku tahu mungkin itu kurang tepat, tapi aku juga berkepentingan memberikan kebahagiaan kepada kedua orangtuaku. semoga kedepannya aku bisa dan harus bisa.
dan aku juga ingin membuat senang adik-adik kecilku, sudah saatnya berperan sebagai anak pertama yang membahagiakan.
Phuft, bismillah, :)

Kamu Hebat kok

Kejadian-kejadian pahit yang kita alami, terkadang membuat kita terpuruk, tapi disana selalu ada orang yang bersedia membantu, dia teman dekat kita, kedua orangtua kita, sepupu-sepupu kita, nenek kita, bude-bude kita. Tak ada alasan buat lo untuk nyerah tanpa berbuat terlebih dahulu. masih ada satu juta alasan untuk membuat u tersenyum, dibanding memikirkan sebuah alasan yang bikin lu sedih.
Hari ini, setelah melewati rangkaian proses memilukan seperti itu, w cukup tersenyum bangga akan proses pencapaian yang telah gua capai, walau saat ini sedang di tahap tidak berlarut-larut dalam kesedihan, masih banyak yang terdekat memberi alasan untuk dapat tersenyum :)
aku tahu, kehidupan tidak akan mudah dan tidak akan kejam, aku tahu selalu masih ada harapan di sela kesukaran, aku kini tidak sekedar tahu, tapi meyakini dan bangkit bergerak maju..

Sabtu, 07 Desember 2013

Solusi menghalau negative thinking? ya banyak bergaul dengan orang-orang

Aku pernah mengikuti sebuah diskusi kewirausahaan, yang singkat kata, aku berpendapat aku ini orangnya negative thinking banget, terus mendapat solusi "banyak bergaul dengan orang-orang". Awalnya aku menganggap remeh solusi ini, karena aku banyak meremehkan kebanyakan orang, dan hanya diriku lah yang terbaik dan tersuci, seiiring berjalannya waktu, seperti mendapat pemahaman baru, nobody perfect, begitu juga dengan aku. Aku memahami semua ada kelebihan dan kekurangan, bahkan diriku ini ga hebat-hebat amat, masih banyak kehebatan lain yang dimiliki orang-orang, dan tak akan bisa ditandingi, aku mengerti, banyak bergaul membuat dirimu open minded, dan itu sangat bagus sekali.

Intinya saling memahami dan terus bergerak menjadi lebih baik
anda memang harus galau kalau belum waw ;)

Minggu, 01 Desember 2013

jIN DAN mahasiswa

Jin : Aku bisa membuat dirimu kaya mendadak, aku bisa membuat pria tertampan di muka bumi ini menjadi milikmu, aku bisa membuat dirimu jauh lebih cantik dan menarik dari sekarang, aku bisa menghidangkan semua makanan terlezat di muka bumi ini, aku bisa mengehentikan waktu dan membuat perubahan disana sininya, aku bisa mewujudkan pabrik coklat seperti milik Wonka untukmu, aku bisa menghadirkan James Arthur dalam hari ulang tahunmu, aku bisa menerbangkanmu ke Jepang sekarang, aku bisa menjadikanmu sebagai salah satu personel 2ne1 sekarang, aku bisa mengidupkan Molly yang telah tiada, aku bisa membuat dirimu move on, aku bisa mengabulkan hal besar lainnya, sebut saja pintamu!
aku : Laporanku selesai semua, bisa?
Jin : tidak, Jin tidak bisa bermain dalam amanah, kau mahasiswa, jutaan rakyat yang putus sekolah dan tak tersentuh pendidikan mengharapkan peluang tak terdeksripsikan pada prosesmu disini, di kampus ini. Kau tidak bisa bermain pintas dalam harapan tulus ini, ini akan merusak seluruh tatanan nilai kemanusiaan, Jin cuma bisa bilang, "semangaaaaaat".
aku: kyaaaaa (Gubrak!)
kalo gitu,,,,,, semua yang Jin sebutkan tadi, dibungkus jadi satu dan kabulkan, #CIHUYYYYY