Perjalanan menuju Pantai Indrayanti kemarin Minggu, membawa pengalaman kesan tertentu. Selain menikmati pantai di tengah-tengah di recoki kawanan teman yang selalu foto-foto gak jelas, aku mendapat pelajaran tertentu. Tentang budaya minta-minta, hahaha, jujur, aku adalah orang yang sangat perhitungan sekali dengan uang, sekalipun untuk pembelanjaan kebutuhan urgent sampai untuk refreshing seperti itu. Aku menghemat uang dengan menekan nafsu untuk minum padahal haus, sebisa mungkin aku kuat, ya walaupun gak bagus buat kesehatan tubuh mungkin, toh ribuan es gak akan bikin diri lu berhenti minum karena haus atau itu karena keinginan aja. Kemana-mana aku selalu membawa air mineral sekitar 1,5 L, untuk sebagaian orang, terlalu berat membawa air sebegitu banyaknya, toh aku lebih suka begitu daripada membeli apalagi minta-minta air. Sewaktu mba Deny selalu membeli minuman, sebisa mungkin aku gak minta walau di tawarin, toh budaya jawa memang suka basa-basi kalau lagi megang makanan atau minuman, haha, aku juga ngerti, sekalipun aku mau, aku hanya minta cukup sekali dan sedikit, ya karena tau, yang minta kan gak cuma satu orang. Hal kaya begini yang orang-orang suka mikir dia pelit karena gak ngasih, belum tentu, mungkin aja dia udah ngasih ke banyak orang sehingga bagiannya menjadi sedikit. Kalau sudah begini, jangan mengecangkan ikat pinggang, buatlah pemasukan dana, sehingga pengeluaran kita juga tidak terlalu bikin collaps keuangan sendiri, hehe.
Seyogyanya, memberi lebih baik daripada menerima, budayakan mandiri kalau memang mau hemat, dan jangan jadi orang clamitan, aku lebih respect ama orang yang gak punya tapi gak minta-minta, daripada orang yang minta-minta, semoga aku bisa menjadi golongan orang dermawan, aamiin.
masalah letong, awalnya aku sebel banget ama temen-temen cowokku, cowok apa sih yang biarin cewe ngambil letong, aku pikit mereka gak gentle. Ah tapi memang, itu juga tugasku, untuk apa menyuruh-nyuruh orang sekalipun itu letong. Biarlah menjadi wanita gentle, gak harus cowok mulu, jadilah mandiri dan jangan salahkan orang lain, sebisa mungkin atasi sendiri.
Di pantai tadi, aku tidak terlalu terlihat bahagia menurut teman-teman, ya, itu karena aku ingin menikmati pantai seorang diri tanpa ada interaksi dengan orang, apalagi foto-foto setiap saat, sebegitu prestise kah tampil keren di foto, foto tetaplah foto, aku tidak terlalu minat pada foto, toh jaman sekarang banyak aplikasi editan bahkan kamera 360 sudah mempoles semua wajah orang tanpa perlu bantuan adobe photo shop lagi. Menurutku, mereka jadi kehilangan rasa sensasi pantai itu, phuft, sungguh sangat disayangkan sekali ya. Tapi menurut Sadat, tiap orang punya cara tersendiri untuk menikmati wisata, haha, yaa, masing-masing orang berhak menentukan jalannya.
Mungkin gua juga terlalu oppurtunity, kalau setiap ke tempat gua harus mendapat kesimpulan tertentu dalam konteks bisnis, wisata tak jauh dari bisnis, sambil berwisata tak ada salahnya kan mengamati bisnis yang nyata?
hehe, mungkin menurut sebagian orang, aku bukan tipe orang yang suka bersenang-senang, tapi aku seungguh merasa senang demikian, sekali lagi, tiap orang berhak menentukan jalannya.
hehe, mungkin menurut sebagian orang, aku bukan tipe orang yang suka bersenang-senang, tapi aku seungguh merasa senang demikian, sekali lagi, tiap orang berhak menentukan jalannya.
(tiap liat ibu-ibu penjual, aku selalu kepikiran mamaku)