Translate

Senin, 31 Maret 2014

Pengalaman di bungkus wisata

Perjalanan menuju Pantai Indrayanti kemarin Minggu, membawa pengalaman kesan tertentu. Selain menikmati pantai di tengah-tengah di recoki kawanan teman yang selalu foto-foto gak jelas, aku mendapat pelajaran tertentu. Tentang budaya minta-minta, hahaha, jujur, aku adalah orang yang sangat perhitungan sekali dengan uang, sekalipun untuk pembelanjaan kebutuhan urgent sampai untuk refreshing seperti itu. Aku menghemat uang dengan menekan nafsu untuk minum padahal haus, sebisa mungkin aku kuat, ya walaupun gak bagus buat kesehatan tubuh mungkin, toh ribuan es gak akan bikin diri lu berhenti minum karena haus atau itu karena keinginan aja. Kemana-mana aku selalu membawa air mineral sekitar 1,5 L, untuk sebagaian orang, terlalu berat membawa air sebegitu banyaknya, toh aku lebih suka begitu daripada membeli apalagi minta-minta air. Sewaktu mba Deny selalu membeli minuman, sebisa mungkin aku gak minta walau di tawarin, toh budaya jawa memang suka basa-basi kalau lagi megang makanan atau minuman, haha, aku juga ngerti, sekalipun aku mau, aku hanya minta cukup sekali dan sedikit, ya karena tau, yang minta kan gak cuma satu orang. Hal kaya begini yang orang-orang suka mikir dia pelit karena gak ngasih, belum tentu, mungkin aja dia udah ngasih ke banyak orang sehingga bagiannya menjadi sedikit. Kalau sudah begini, jangan mengecangkan ikat pinggang, buatlah pemasukan dana, sehingga pengeluaran kita juga tidak terlalu bikin collaps keuangan sendiri, hehe.
Seyogyanya, memberi lebih baik daripada menerima, budayakan mandiri kalau memang mau hemat, dan jangan jadi orang clamitan, aku lebih respect ama orang yang gak punya tapi gak minta-minta, daripada orang yang minta-minta, semoga aku bisa menjadi golongan orang dermawan, aamiin.

masalah letong, awalnya aku sebel banget ama temen-temen cowokku, cowok apa sih yang biarin cewe ngambil letong, aku pikit mereka gak gentle. Ah tapi memang, itu juga tugasku, untuk apa menyuruh-nyuruh orang sekalipun itu letong. Biarlah menjadi wanita gentle, gak harus cowok mulu, jadilah mandiri dan jangan salahkan orang lain, sebisa mungkin atasi sendiri.

Di pantai tadi, aku tidak terlalu terlihat bahagia menurut teman-teman, ya, itu karena aku ingin menikmati pantai seorang diri tanpa ada interaksi dengan orang, apalagi foto-foto setiap saat, sebegitu prestise kah tampil keren di foto, foto tetaplah foto, aku tidak terlalu minat pada foto, toh jaman sekarang banyak aplikasi editan bahkan kamera 360 sudah mempoles semua wajah orang tanpa perlu bantuan adobe photo shop lagi. Menurutku, mereka jadi kehilangan rasa sensasi pantai itu, phuft, sungguh sangat disayangkan sekali ya. Tapi menurut Sadat, tiap orang punya cara tersendiri untuk menikmati wisata, haha, yaa, masing-masing orang berhak menentukan jalannya.

Mungkin gua juga terlalu oppurtunity, kalau setiap ke tempat gua harus mendapat kesimpulan tertentu dalam konteks bisnis, wisata tak jauh dari bisnis, sambil berwisata tak ada salahnya kan mengamati bisnis yang nyata?
hehe, mungkin menurut sebagian orang, aku bukan tipe orang yang suka bersenang-senang, tapi aku seungguh merasa senang demikian, sekali lagi, tiap orang berhak menentukan jalannya.
(tiap liat ibu-ibu penjual, aku selalu kepikiran mamaku)

Rabu, 26 Maret 2014

Siklus tolong menolong

Phuft, selalu sebal dengan yang namanya kerja kelompok, berasa teman-teman gak becus kerjanya tapi anehnya mendingan mereka daripada gua saat mempresentasikannya di depan kelas, dan itu lah kekurangan gua. Bagaimana pun juga, sebagai penikmat tantangan, sudah sewajibnya tidak perlu mencela tetapi menyanggupi semua tantangan dengan melakukan yang terbaik yang bisa diberikan kemampuan tubuh ini secara optimal. Berbicara mengenai teman, haha, aku sangat kesal sekali dengan teman-temanku yang suka mau enaknya aja dalam kerja kelompok, gak ambil pusing dan cuek bebek. Salah gua juga sih karena gak enakan ama orang, takut dibilang gak sopan, berusaha ramah ama orang yang menjengkelkan. Akhirnya telanlah itu semua dengan berat, setiap tetes keringat yang keluar tak akan luput dari perhitungan Tuhan, berjuang!
Teman-teman kelompok gua yang menyebalkan itu, pernah menolong gua, meminjamkan freshcare ke gua saat perkuliahan untuk gua oleskan di pipi gua biar melek, jadilah mata gua menyipit saat dosen menulis dipapan karena pedesnya ampe ke mata, begitu dosen balik arah, menahan sekuat tenaga supaya melek, huuuu rasanya melek joss. Teman gua itu juga pernah memberikan print out yang gua butuhkan tanpa perlu di bayar, membantu menumpuk tugasku, dsb. Hidup itu ya berputar, ada saatnya ditolong dan menolong, intinya jangan sampe puas aja ama satu kebaikan yang telah kita perbuat dan selalu berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Aku sebal dengan kakak tingkatku yang orangnya itu ngomong di belakang, walau gak benci, cuma malas saja berbicara dengan dia. Apalah yang dia tahu, dan apalah yang bisa gua jelaskan, karena terlalu banyak yang ku pertimbangkan, begitu kompleks dan aku malas menguraikannya karena aku bukan tumbuhan yang merupakan jenis autotrof. Biarlah waktu yang akan meredamnya, dan penjelasan yang akan datang pada akhir dunia, aku tak ambil pusing dan biasa saja.

Hari ini krisis moneter, dan terpaksa meminta uang lagi kepada Bapak, ada ya orang ngutangin tapi dia juga ngutang, sungguh dilema. Uang, uang dan uang, sepertinya memang harus berwirausaha sendiri, sambil dijalan menemukan partner yang tepat.

Asmara: ketika kamu memberikan harapan palsu kepada seseorang, maka kau akan mendapatkan berkali lipat harapan palsu dari orang. kan memberi mendapat yang lebih banyak bukan?
O ya, ngomong-ngomong gua gak suka deh cerita cinta segitiga itu.

Senin, 24 Maret 2014

I'm sorry, I'm bad boy

Ada yang menarik dari sebuah lagu berjudul bad boy yang dinyanyikan oleh boy band Big Bang. Haaa, bad boy memang bad boy. Bagaimana bisa melepaskan gadis yang dicintai karena dia adalah gadis baik dan karena sang cowok adalah bad boy, yang tidak akan pernah bisa berubah. Walau gadis itu bersedia menerima bad boy tersebut, akan tetapi bad boy tidak sanggup menerima karena dia adalah good girl.
I'm sorry, cause I'm bad boy..
entah bagaimana caranya bisa terinspirasi lagu ini, aku cukup tersentuh dan mampu masuk ke dalam, memiliki gejolak sepasang kekasih ini. That's about love, and what's ur love?
Apapun itu, hmmmm, punya pasangan hidup seperti TOP, hoooo, speechless aku. :D
Aku suka songongnya, tatapan matanya, geraknya, suaranyaaaaaa, mukanyaa, aaaaaa. Akankah gua menemukan duplikat TOP di dalam raga orang Indonesia??? well, tidak ada yang tidak mungkin, let's prove it soon as possible. 
Jika Tuhan berkehendak, maka terjadilah. Jadi ke inget tadi, merasa pede banget kalau ada cowok didepan kos aku pikir itu Satria, ternyata setelah buka hp, tak ada sms, ternyata itu temennya temen kosku. Apa yang sedang ku pikirkan? mungkinkah ini semua karena keterpaksaan waktu semata, karena tidak betah sendiri, padahal tidak ada seorang pun yang aku suka, hebat. Perkenalkan namaku adalah Keira, dan aku tidak tahu siapa diriku sebenarnya kecuali sebuah nama yang menandakan itu aku. Sungguh kasihan orang-orang yang terlibat hidupnya denganku, karena sejatinya aku adalah orang yang selalu berubah, tak ada yang bisa mengenali bahkan diriku sendiri, atau mungkin juga Tuhan? kurasa hanya Tuhan yang mengetahui apa dibalik semua ini.
Kini, aku bingung, lagi berada di php'n atau aku yang sedang mem-php?
Apapun itu, aku senang mengenal kalia, yang sudah mampir didalam hidupku, aku sangat menghargai keberadaan kalian.

Minggu, 23 Maret 2014

Harta yang baik

Karena harta yang paling baik adalah harta yang disedekah kan, atau yang mengandung manfaat. hmmm,, mendengar perihal ini, aku jadi ingin beramal walau duit sudah menipis karena uang bidikmisi tak kunjung turun. Memang, lebih baik mendatangkan pemasukan daripada menghemat pengeluaran. Lebih baik mencari pemasukan daripada selalu mengencangkan ikat pinggang. Hidup royal itu juga tak perlu, akan terlihat jauh lebih indah jika berbagi ketimbang naik mobil Lamborgini, toh hidup hanya sementara, yang kekal ada di akhirat. Aku tidak tahu apa maksud Tuhan menciptakan semua ini, apa karena dia ingin menonton suatu pertunjukkan agar tidak bosan, atau sesuatu yang lebih mulia yang tidak akan sempat mampir di pikiran manusia. Tuhan saja tidak mau menganggur, kenapa manusia harus menikmati kepengangguran, lebih baik melakukan hal kecil daripada tidak sama sekali, dan mansusia yang paling bermanfaat adalah yang berguna ke sesamanya dalam kebaikan. Seandainya semua manusia menerapkan aga yang digariskan Tuhan, tentu akan indah, wah apa komunis itu ajaran Tuhan ya, kan intinya adalah tidak ada barang kepemilikan pribadi, melainkan barang semua, rata, untuk masing-masing. Tapi kenapa pengikut komunisme rata-rata orang ateis?

Hari ini seperti datang suatu ketenangan entah dari mana, semua karena membaca buku yang bermanfaat, berlipat gandalah orang yang mampu menulis buku, sungguh sangat mulia. Sudah sepantasnya menulis bukan untuk digaji tetapi untuk mencerdaskan sesama, karena ilmu itu titipan Ilahi, kau tau yang dimaksud titipan disini? Ilmu itu bukan kepunyaan pribadi kita, jadi wajib hukumnya untuk kita mengamalkannya kepada sesama, dengan percuma dengan ikhlas, tunggu, sepertinya tidak ada keterangan untuk ikhlas, kalau begitu haram donk hukumnya bimingan belajar, les privat bahkan pendidikan sekolah yang menarik biaya?
ahhaha, entahlah, untuk mengetahui kebenarannya sepertinya aku harus bertanya kepada salah seorang ustadz alim, coba kita cek di fb, apakah ustadz tersebut sedang OL di facebook? check this out later...

Membaca di media merdeka.com, ada salah satu pesantren yang menerapkan bersedekah tanpa perlu menungg kaya, yap, itu memang wonderful sekali. Aku juga ingin menerapkannya, tapi juga patutu diperhitungkan untuk kebutuhan hidupku ke depannya, hmmm, inilah dilema orang yang tidak mempunyai pemasukan. Kalau sudah begitu aku harus menjadi wirausahawan, yap, yang sukses yang banyak uang, membangun kebermanfaatan dalam tali kasih persaudaraan, sudah saatnya untuk merintis, dimulai dari hal kecil...

Tadi sehabis mengantarkan mba Deny ke pasar Legi, di perempatan lampu merah, aku melihat gadis kecil duuk di bawah tiang lampu merah, seperti biasa, pengamen anak jalanan, hmmm aku jadi kepikiran adik-adikku, bukan suatu kebetulan kalau kami hidup lebih beruntung daripada mereka, everything happen for reason, right? Semoga semua orang akan menolong dirnya sendiri karena menurut Benjamin Franklin, Tuhan akan menolong orang yang menolong dirinya sendiri :) Aamiin.

Bahagia itu bersama, kesedihan itu mementingkan diri sendiri.

Sabtu, 22 Maret 2014

Pelayan atau cowok?

Hari ini senang karena abis di telpon mama, ya I still have familly. Mama memberi kabar kalau 2 keponakan akan menyelenggarakan pernikahan tahun ini, sungguh luar biasa. Aku berpikir, pasti mamaku menunggu tiba giliranku, ah tapi aku belum menemukan cowo yang 'wow'. 
Mungkin tidak sembarang cowok yang tau kriteria gua, kecuali kalau gua yang bilang secara langsung dan tanpa kode-kode, huh, beneran payah sekali. Satria, terlalu memikirkan masa depan, membiarkanku terlunta-lunta di masa sekarang, siapa yang sudi jadi istrinya, dan yang paling payah adalah cewe yang mau jadi pacarnya, kenapa ya aku bisa berpikir seperti ini, mungkinkah aku sudah mengganggap Satria sudah membosankan, tidak ada yang baru lagi mengenai dia, dia sudah jadi makhluk monoton yang tak perlu dilirik lagi. haha, jahat sekali diriku.
So sweet itu ketika, ada cowo nyanyiin lagu bbf yang soundtracknya pas adegan Minho batal menikah dengan orang yang salah, nyess, itu dalam banget. sambil megang gitar dan suara gak boleh fales, xixixi. Cowok cool itu, yang bad boy, hahaha. yang punya tatapan nakal, senyum licik ala serigala, dan pikiran yang tak pernah terjamah, (itu aku bukan ya?). Mungkin menurut sebagian orang aneh, jika pacaran itu asiknya ngajak berdebat, ngomel panjang lebar tanpa di cut, dan berkomentar sakartis yang nyeleneh, yah boleh lah ada sisi gombal menyeknya, tapi just a little. Cowok idaman itu, yang bisa menertawai kita, heran deh, gua butuh cowok apa badut apa tukang ojek apa tukang galon, intinya cowok itu mesti multifungsi dan multiguna deh, kalau dah gak berfungsi apalagi gak berguna, mungkin termasuk daftar sampah yang perlu didaur kembali, phuft.
Cowok cool itu cowok yang suka marah-marah, tapi bukan pendendam. Kalau marah ekspresinya mana boleh datar, yang ada gua malah ketawa, kasian sekali jka orang marah kita malah tertawa, pasti tekanan batinnya berat sekali. Cowok manja itu masuk dalam hitungan gak ya, hmm kalau kaya Inuyasha sih jatuhnya menarik, tapi kalau kaya pemeran cowo manja di sinetron Indonesia, iuh. Cowo wow itu juga yang rajin olahraga, body lah yang berbicara semuanya, ya kaya badan-badan menwa udah oke, ampun dah, kalau ada cowok mata keranjang, mungkinkah gua termasuk cewek mata keranjang?
cowok keren itu, yang pinter pengetahuannya, ya minimal suka baca buku, tongkrongannya perpustakaan, sambil denger mp3 dengan headset berwarna putih pake kaos abu-abu, hooo, terkahir gua liat cowok kaya gini di Gramedia dan pasar senen tempat jual buku bekas. Daaan cowok wow itu yang pake topi kupluk di palanya, atau slayer atau topi, apapun itu aksesoris di kepala, tapi kayanya gak termasuk peci, peci pas shalat ajah. hahaha, klau udah kaya gitu mesti energik, gak boleh moody-an dan suka isengin orang, hahaha.
Putih item gak masalah lah, makin item makin eksostis, makin putih, kopi susu juga enak kok :D.
Cowok itu mana boleh pake tas selempang, harus gemblok, dan gemblok yang besar, kemana-mana bawa minum, ciri orang sehat dan pikiran sehat, xixixi.
Kalau merenung, sambil bersandaran dengan cool dan memejamkan mata ditemani headset, terkahir kali gua liat cowok ini di sebuah film luar negeri. Cowo itu mana boleh pake motor matic, gak cool, minimal bebek lah, dan motor selalu full bensinnya, mencerminkan orang penuh persiapan.
Cowok keren itu tetap cool walau dia berantakan, gak mandi, tapi barang-barangnya gak boleh kotor, seperti sepatu, kaos kaki, helm, tas.
Cowok nyuci baju itu kurang manly, bahkan temen cowok kecewe-cewe-an gua aja nge-laundry. Kalo masak, baru cool, apalagi masakan western, kayanya kurang apa gitu ya ketika cowok lu menyajikan makanan karedok ke lu, gua jadi inget emak-emak penjual gado-gado. and finally, gua suka cowo posesif, setidaknya ngambekan, tapi bukan moodyan, susah menemukan orang berkepribadian lengkap seperti ini, dengan proporsi sesuai takaran, doakan saja Mama, kalau gak, sepertinya anakmu tidak berminat mencari .

Jumat, 21 Maret 2014

pemberontakan dari dalam

Aku tidak tahu apa yang sedang ku pikirkan saat ini, semua serba membingungkan. Hari ini hp ku rusak, sehingga tidak bisa membalas sms yang masuk, termasuk sms Dewi dan mamaku, entah sampai kapan aku akan membenarkannya, sebab uang bidikmisi tak kunjung turun, sebuah ketidakpastian yang pasti.
Aku membuka facebook, hanya melihat-lihat, akhir-akhir ini media massa kurang menimbulkan minat dalam benakku, jadilah fb ku tempat ladang yang membosankan. Ada teman yang mengkritik perihal aku rajin nyetatus, 6 x sehari. Tapi menurutku itu biasa, toh aku nyetatus dengan tema elegan (menurutku aja sih). Sekarang, dia rajin yang nyetatus, karena dia sedang galau, status gak penting yang ku selalu menghiasi berandaku selalu, entahlah, aku tidak ingin mendeksripsikannya terlalu jauh karena takut ketauan, yang penting tenggang rasa saja sambil menunggu orang lain yang menegurnya, akankah dia malu seperti menjlat ludahnya sendiri? hmmm.
Isi obrolan teman-temanku benar-benar tidak menarik minatku, membahas yang tidak penting, bercerita tentang dia, dia, dia, lalu artis, terus keponakan, hmmmm apalah guna membahas itu, satu dua kali it's fine tapi gak mesti dibicarakan tiap saat. Bagaimana seorang perempuan bisa tertawa dengan lelucon yang hambar, aku merasakan keterpaksaannya, bertindak sok care, basa basi gak penting, Phuft.Sampai saat ini aku belum menemukan teman yang benar-benar klop kecuali yang jauh mungkin...
Aku terlalu meributkan hal yang tidak penting menurut mereka, tapi aku juga tidak mau ikut terlibat dalam urusan gak penting bagi diriku. Ini semua seperti filsafat yang mempunyai dua sisi, kita benar diatas kesalahan dan kita salah diatas kebenaran.
Soal pacaran, entahlah menurutku selera mereka dalam berpacaran cukup rendah. Aku tidak mau menggubris ini lebih lanjut, karena ini masalah selera dan keyakinan.
Aku selalu mengganggap semua tak penting, tapi jarang memikirkan diriku penting atau tidak, biar kujawab mungkin setengahnya. Entahlah, apa yang kucari saat ini, atau ini cuma masalah waktu, sebenarnya tinggal keluar dan bermain akan bisa mengusir penat ini, tapi toh aku lebih memilih penat daripada sengatan sinar matahari di siang bolong ini.
Mungkin benar kata mamaku, aku adalah pribadi yang suka instan, walau  aku selalu menyangkalnya tidak seperti itu. Mungkin saat ini hanya perlu membina step by step.
Ada yang menarik dari perkataan temanku yang tidak dewasa, dia bilang aku selalu mencari yang jauh, dan yang dekat mendekati malah diusir jauh juga. Entahlah, aku pribadi yang membosankan dan suka bosanan.
Aku menilai orang-orang jahat, tapi jarang berpikir apa aku juga punya banyak salah seperti kesalahan orang yang aku hitung. Aku tidak tahu, apa aku sudah menjalani menjadi pribadi baik sudah baik atau belum.

* aku yang mau berubah tapi tidak mau bergerak, seperti melawan hukum kelembaman Newton

Berjuang melawan penjajah

Hari ini telah menamatkan film Sang Kyai, betapa besar perjuangan bangsa Indonesia dalam memerdekakan tanah air. Tak sebanding dengan apa yang ku perjuangkan sekarang, yang gampang menyerah hanya karena lapar sedikit, facebookan gak jelas, merencanakan tanpa action. Percuma tali diikat dengan janji, menumbuhkan keinginan dalam diri sungguh sulit. Pantas bila disebut, jihat terbesar adalah jihat melawan hawa nafsu sendiri, ketika orang bisa mengendalikan nafsunya, sungguh mulia-lah dia.
Perjuangan itu penting juga dengan kontinuitas, stop mempermasalahkan orang lain, permasalahkan saja dirimu masing-masing.
karena hari ini akan berharga untuk dua hari esok, seperti perkataan Benjamin Franklin, maka aku akan berusaha. harus

Rabu, 19 Maret 2014

Galau dimana-mana

Hari ini temen gua dan kaka tingkat gua, mengaku sedang galau. Sebegitu pentingnya kah memikirkan orang yang belum pasti mengkhawatirkan kita?
Hidup tanpa pasangan untuk saat ini, why not?
Aku juga sedih melihat mereka menjadi tidak bersemangat seperti itu, segala motivasi hidup seakan terserap habis, mungkin tinggal menunggu waktu saja sampai keadaan benar-benar pulih. Galau dan senang itulah fase yang dihadapi manusia, tinggal menaruh hati dimana aja, phuft, aku jadi ketularan aura buruk ini, jadi malas menyicil tugas, padahal bisa menguras tenaga kalau gak di cicil, semangat!

Aku ingin semangat kembali

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan lu badmood, dimulai dari hal sepele dan yang bisa lu buat-buat, kenyataannya, yang benar-benar terjadi, badmood itulah keinginan pribadi lu. Please, lu masih bisa happy selama masih ada duit 50rb tersisa di dompet, please lu masih bisa happy selama hp lu rusak tapi gak ada sms-sms penting yang wajib dibales, please lu masih bisa happy selama mantan lu gak hubungin lu tapi ada temen-temen asik yang bisa lu recokin tiap saat, hahaha.
Kenyataannya, sebelum gua bisa berperan, jangan perbolehkan diri gua untuk mengutuk kegelapan, karena gua sama saja dengan orang yang berbuat kegelapan, sama-sama nothing. Hari ini, hidup harus lebih berarti dan temukan celah menuju Roma.
xixixi

Senin, 17 Maret 2014

Orang yang selalu berada di zona nyaman, akan selalu tetap di bawah

Tulisan ini gua dedikasikan untuk temen-temen seperjuangan gua yang gua bilang payah jadi mahasiswa Kalau lu masih nyaman di zona nyaman, akan selamanya tetap dibawah. Bermula dari kelompok mata kuliah Tekben, gua sudah menyumbangkan peran dalam pembuatan makalah, juga beberapa teman gua, anehnya sewaktu pembagian presentasi, semua posisi penjelasan yang enak mudah dan gak pake mikir penuh. Padahal mereka yang masukin tentang penjelasan komplks, tapi mereka sendiri gak mau milih, berarti kalo gak itu copas banget atau mereka benar-benar males untuk mempresentasikannya. Gua yang menyukai tantangan sudah seharusnya tidak mengeluh, toh yang penting perkembangan gua, bukan mikirin perkembangan orang lain beserta hal yang tak usah dipikirkan, to tu orang juga gak ambil pusing dengan pengembangan mereka. Biarlah menjadi saksi kebusukan ideologi mereka, toh menyalakan lilin lebih baik daripada mengutuk kegelapan.
Sepertinya aku sedang mencari nilai yang lebih mulia daripada nilai dosen, yaitu nilai dari Allah. Itu hal yang selalu luput dari pemahamanku, apalah artinya nilai dosen dibanding nilai Allah, sudah sewajarnya aku wajib bersabar kalau memang tak terbeli nilai duniawi. Inget kata Pak Fanny, fokus saja untuk berkarya dan life must go on.

Rabu, 12 Maret 2014

nnngeeengg... nnnggeennggg.. nggeenggg

Hari ini seperti sendiri, kehadiran seseorang memang tidak bisa digantikan dengan kehadiran buku, musik ataupun film, terlebih lagi facebook. Minatku pada facebok sebagai tempat menghibur diri sirna sudah, sepertinya semua orang tidak suka bising, dan aku tidak suka bising yang pesimistis.
Akankah semua orang bisa membenci diriku? kuharap tidak, karena aku hidup pun tidak untuk menjatuhkan orang. There's no friend in here, karena aku yang mengusir mereka, mereka bisa berkomentar apa selain "mmm", "ya", "terus", "ko gitu". Pengen deh punya temen-temen yang gokil kaya para finalis stand up comedy yang ada di tv tv, ataupun yang gokil lah, jayus gpp asal bisa ketawa, hehe.
Tapi di persembunyian gua ini (alias kamar), pikiran gua gak pernah terkurung, banyak hal yang bisa ku rajut, seperti alunan musik instrumental dari Beethoven ini. Kalau dijelaskan, mungkin pikiran gua ini tidak diam tenang seperti raga gua, melainkan berlari, menari kesana kemari, melompat-lompat di bawah sinar matahari, tertawa memandang sekitar. Dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat (atau kebalikannya nih), gua cukup senang dengan pencapaian gua saat ini, dan sedang mencoba menapik sebagai pribadi gagal, gagal itu pikiran bukan aksi. Orang boleh berbicara sesukanya, tapi soal rasa, lu sendiri yang nentukan, dan jangan ngurusin orang kalau memang orang itu gak minta diurus, setidaknya jangan sampai berlebihan aja deh. Phuft, kali ini membuat kesalahan, tapi aku suka slogan "buatlah kesalahan sebanyak mungkin, tapi ingat jangan jalani kesalahan yang sama", crazy man.



masih ada waktu

Merasa gak berguna itu...

Hari ini abis ngomelin ade tingkat yang lebay, ativis facebook gemarnya update menyek, pesimistis selalu. Gak seperti kebanyakan sarang orang-orang untuk tidak dibaca saja, di blok atau di unfriend. Tapi gua malah milih ngurusin, abis gimana lagi, tuh orang di dunia nyata ama dunia maya juga ngeselin, temen-temen depannya aja diem, padahal ma dongkol ngadepin dia, gimana tuh orang mau punya temen yang baik, yang bisa nolong dia dengan ikhlas disaat susah?
Entahlah kenapa gua peduli gitu, mungkin juga karena sebagai wanita, dia telah mencoreng kekuatan wanita itu sendiri. Melihat dia, wanita seperti penjilat perhatian, mengemis-ngemis di hadapan orang-dan kebanyakan orang. Aneh, menurut gua pasti nih orang punya masalah, tapi gua yakin masalahnya gak sebesar yang dia lebay-lebaykan, menurut gua, dia tumbuh dengan kehausan akan perhatian, dan itu tidak baik untuk menjadi seorang wanita terhormat.
Seandainya dia bisa jadi lebih dewasa, tentu dia memiliki pesona yang luar biasa, bahkan pria gebetannya pun, gua jamin bersedia jadi pendamping hidupnya. Memang benar, kecantikan itu gak bakal membuat cowo terpikat hatinya, coba aja tuh orang jadi dewasa dan anggun, mungkin gua iri dan ingin menjadi dia, sayang carper abiiis. Hoah.
Dia kira, cuma dia aja kali yang punya masalah njelimet, hoh, sempit sekali pemikiran lu. Semua orang pasti menghadapi masalah, jangan merasa sombong hanya karena merasa memiliki masalah hidup terberat sedunia, payah lu, malu-maluin aja nih gua jadi cewe.
Semoga ade gua juga tumbuh gak carper kaya lu lah, aamiin.
semoga juga lu bisa menjadi dewasa ya, aamiin.
maaf kalau gua juga berlebihan, gua hanya berpikir menemukan solusi diatas pikiran ruwet ini.
gua cape, punya masalah, mesti ngadepin masalah lu.
maaf ya :)

Senin, 10 Maret 2014

Gila itu mungkin orang yang bisa ketawa sewaktu baca bacaan filsafat

Pagi ini ceria karena baca buku "Dunia Sophie" oleh Josteom Gaarder, bacaan filsafat yang sederhana disajikan dalam bentuk novel. Bahan perenungannya memang dahsyat banget, disini filsafat mempunyai dua sisi mata pisau beneran. Salah-salah, kau bisa tidak bisa hidup atau kalau pilih menikmati perenungan yang tak terjawab, kamu bisa menikmati hidup ini dengan sederhana dan indah. Ada banyak perenungan disini, dan aku merasa lebih hidup. Gila dalam satu waktu gua galau-semangat dah berapa kali ya, terus ini blog malah jadi curhatan sih, niatnya kan gak sekedar itu, sebagai refleksi menulis artikel atau opini, phuft. Aku harus lebih fokus lagi dan jangan sampai terlena, santai dan slow memang perlu, sekarang gua mau mempelajari PKM kaka tingkat gua nih, mumpung ada waktu :D.

nb: padahal tadi pagi gua dapet kabar buruk, kalau dosen gua itu tuh yang rese, minta jadwal besok pagi jam 7 lagi, ya, mahasiswa memang bukan konsumen kok!

.... latihan sedikit

Malam ini aku melihat, pohon berguguran, daunnya hilang diterbang angin, hanya sebagian yang jatuh disekitar pohon. Warna daun yang hijau, yang satunya kecoklatan dan yang satunya coklat muda sempurna, berebut untuk saling berguguran, tidak mau ada yang mendahului, nyatanya, yang memiliki keinginan kuat untuk gugur, dialah yang paling bertahan. Daun yang gugur menyentuh tanah, tanah yang tidak sendiri, ditemani batu dan butiran debu, tanah itu diam menyambut daun yang datang menghampiri, bahkan ketika daun itu menggesek-gesek ke tanah, tanah pun tetap diam, hanya batu dan butiran debu yang sudi menyunggingkan senyumnya secuil. Kini daun itu menjadi terdiam di tanah, bingung mengajak bicara siapa, karena daun berguguran yang lain sudah tidak hafal darimana ia berasal, sudah barang tentu ia tidak mengenal rekan sebelahannya dulu, yang sabar mengantri aliran fotosintesis dari Pak Floem. Daun yang gugur itu hanya bisa mengenang, masa-masa di dahan, sewaktu angin menggoda ia dan temannya, tiupan-tiupan kecil membuat mereka geli dan tertawa renyah, lalu tiupan agak kencang membuat mereka berdebar-debar, sampai ketika mereka tidak menyadari, candaan itu berubah serius, angin marah dan langsung mengeluarkan energi yang tersisa, daun-daun diranting sebelah pada hilang, yang tetap menetap pun mengalami patah tulang, untunglah mereka berdua hanya menderita remuk badan saja. Pak Floem waktu itu sedih, asuhannya pergi meninggalkan tanpa pamit, bukan karena rindu Pak Floem sedih, tetapi takut daun-daun itu tidak bisa mandiri di luar sana, mencari segala kemungkinan yang dialami si daun itu sendiri. Kini Pak Floem meningkatkan keamanan, dia berikan asupan yang lebih bergizi, 4 sehat 5 sempurna, tak lupa ia menambahkan motivasi untuk bangkit. Sayang, umur daun terlalu singkat untuk hanya dihabiskan didahan, mereka butuh suasana berbeda sebelum berakhir, makanya mereka ingin gugur, bukan karena pohon yang menyuruh untuk mengurangi transpirasi, bukan.
Daun berguguran itu merenung, di tanah pun tidak bahagia, padahal dia pernah mendengar, daun yang diatas air pun juga merenung, daun yang diatas batu itu pun juga meresah, semua daun yang gugur, tidak ada yang senang dengan tempat tinggal mereka, mereka semua ingin balik, lebih baik mati didahan.

PKM titipan

Hari ini gua seneng banget, dapet titipan PKMnya kaka tingkatku yang rajin banget di acc untuk didanai, padahal PKMnya tentang wirausaha semua. Anenhnya keto'e biasa, tapi cukup menyakinkan padahal dalam keberlanjutannya gak ada deh, eman-eman di buat kalau gak bisa dipertahanin kan?
Jadi gini, kaka tingkatku memberi PKM dia sewaktu jadi mahasiswa sebelum dia lulus (2013), didanainya baru tahun 2014 ini coba, kontan aja dia gak bisa mengurusi pengambilan dana karena sudah berdomisili di Pekalongan, jadilah aku yang disuruh mengemban tugas untuk mencairkan dana ini, hehe. Yang bikin seneng sih bukan bakal dikasih komisi ngurus-ngurus, tapi aku bisa mempelajari PKMnya secara detail, hahaha, suatu keuntungan tersendiri yang sulit dijabarkan. Habis mau gimana lagi, aku iri berat ama teman-teman yang PKMnya bisa lolos, kaya ide ku kurang menarik untuk di acc, padahal aku lebih bisa menjamin kejujuran dan tanggung jawab.
Semoga dengan mengurusi cairnya dana PKM ini, gua mendapat sesuatu yang sangat berharga sekali, aamiin. Dan gua pengen ikhlas, gak mau dikasih uang, ben orang yang ngasih tugas ini jadi nyadar kalau dia belum ikhlas ke PMII, masih mau kalau ada untungnya, ini tidak baik kawan. Tapi semoga saja aku tidak tergoda dengan uang :X aamiin, hehehe.
Semangat

nb: tapi tugas lagi banyak, gak ada waktu buat mempelajari PKM ini ;(, semoga diberi waktu yang cukup, aamiin :)

Angkatan bullshit

Bullshit tentang teori-teori yang mereka pelajari, yang mereka gemar ucapkan ketika presentasi, yang mereka rangkaikan dengan indah pada lembar kertas-kertas ujian. Semua, terkumpul, berserakan, bersatu, menjadi tumpukan sampah. Jangan ngaku diri lu mahasiswa kalau lu memandang aneh dengan orang yang membawa buku setebal 900 halaman di area kampus, jangan merasa bangga ketika lu gak bisa bedain yang mana ingin tahu haus ilmu atau sekedar ingin tahu urusan orang, dan jangan pernah ngotak-ngatik bawaan bacaan buku orang kalau lu males melangkahkan kaki menuju perpus.
Hebat, dosen merasa bangga menelurkan mahasiswa penyimpan data memori saja, mencari co-ass berlabel kapasitas menyimpan memori besar. Hari ini menjelang ulang tahun kampusku, hari ini aku melihat mahasiswa semester 4 yang sedang menekuni skripsi bab 3 nya dengan enteng mengatakan, "ngapain baca buku setebel ini", mahasiswa yang katanya berdarah Solo membaca surat yang sudah dibilang privasi, mahasiswa dengan pemahaman dia-lah yang paling benar. Semua ini membuat aku marah, gusar, frustasi dan enggan menerapkan win-win. Aku lelah kawan-kawan, disaat aku sabar mengajak kebaikan, kalian menutup usaha baik kalian dari pantauan kita, kau bilang "rahasia", mengapa tak bisa kau sebutkan supaya kita bisa sukses berasama. Aku letih kawan, disaat aku ingin privasi sepele, kalian memberondongiku dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada habisnya, padahal sewaktu aku di pihak yang penasaran, aku masih memiliki etika privasi untuk memperlakukan kalian yang nalurinya kepo tak beradab.
Aku merasa ironi, ketika kau mengatakan mencontek itu tidak mendidik, tapi kau melakukannya. Kau bilang mengeluhkan kehidupan yang seperti robotik, tidakkah kau sadari, kau sendiri yang bersedia hidungmu dilubangi untuk bisa di cucuk dosen kemana-pun. Jangan bilang ingin perubahan kalau nyalimu sekeras tempe, jangan bilang ingin lebih baik kalau kamu tidak mau melakukan pertaruhan yang tak pasti. Ganti saja bibirmu dengan paruh bebek, bising sana bising sini, bising yang hanya menghasilkan bising. Jual, juallah almamater ini sesukamu, jual semahal yang kau mau, aku tidak peduli, bagiku sesuatu yang berharga bukan yang termahal melainkan sesuatu yang tidak terukur. Mana yang membuatmu lebih hidup, emas atau oksigen? mana yang lebih mahal diantara kedua itu? kau lihat, dunia sudah tua sekarang.
Dosenku pernah berujar, untuk apa mencari nilai, nilai yang paling baik adalah nilai di sisi Allah. Dosen lain mengatakan, nilai jaman sekarang tidak bisa mengukur sebagaimana mestinya. Dosen lain juga mengatakan, gapailah ilmu bukan nilai.

Penulis pun menyadari, bahwa mungkin yg dipikirkan tidak seburuk ini, dan penulis pun juga memahami perbuatan tak semudah teori, semoga kita semua selalu diberi arah perbaikan, aamiin.
selamat berkarya!

Sabtu, 08 Maret 2014

Beri aku waktu untuk kembali hidup

Beri aku waktu untuk kembali hidup, untuk dapat memperbaiki kesalahpahaman yang telah ku per buat, untuk kembali di masa ketika aku bertindak sesuai dengan pikiran positif yang tersisa pada waktu itu.
Aku baru saja membaca buku yang berjudul 'Surat Panjang Tentang Jarak Kita Yang Jutaan Tahun Cahaya" oleh Dewi Kharisma Michellia, pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta 2012, tentang bagaimana ia menyukai seseorang sampai tidak berhenti menuliskan surat, sampai amenjelang detik-detik kematiaannya, padahal surat itu tak pernah berbalas karena memang ia tidak mengirimkannya pada Tuan alien itu. Sad story ending, benar-benar membuatku hanyut kedalam cerita, bahkan hari-hariku menjadi mendadak sendu dibuatnya, mungkin salah satu faktornya, aku jadi teringat mantanku, haruskah gua menulis surat seperti itu, tanpa mengirimnya, sampai 40 tahun??? -.-"

Kehidupan, benarkah keabadian hanya sebuah ilusi? dan mengapa orang yang kita cintai benar-benar berarti dalam keberadaan kebahagiaan hidup kita.

Jumat, 07 Maret 2014

Damai

Indah itu ketika lu semangat, ketika lu berenergi, dan ketika lu termotivasi, indah itu adalah energi positif. pada akhrinya segala bentuk refreshing yang kita sering lakukan untuk mengusir badmood, semua tergantung pada perasaan kita hendak mau di taruh dimana, kalau kita tetep ego menaruhnya dalam keadaan buruk, maka jadilah badmood. Bisa dikatakan refreshing adalah membuang ego kita, untuk melunak berdamai dengan keadaan atau mencoba berhenti memikirkan kemungkinan terburuk yang belum tentu terjadi, karena ingat, Tuhan itu sesuai apa yang di prasangkakan hambanya.
Hari ini, badmood gua ilang, dan rasanya menarik napas itu baru gua sadari senikmat ini, ya, aku bisa bernafas, dan masih bernafas, kenikmatan yang tiada duanya, diberi kesempatan untuk mencicipi yang aku mau, so, buat apa lu terdiam tak ada kegiatan, jangan buang waktumu karena ketika meninggal, kau akan banyak waktu untuk melamun, tidur dan hal tidak produktif lainnya, mungkin selain membiarkan tubuh lu membusuk untuk menjadi pupuk tanaman.
ketika mimpimu sulit terwujud, beristirahatlah sejenak untuk mengumpulkan energi yang diperlukan, jangan takut kehabisan waktu kalau tidak bisa optimal, karena lu gak akan bisa bergerak tanpa koordinasi dari jiwa dan raga lu. Apalagi jiwa itu susah-susah gampang diajak kompromi, so manjain jiwa lu tapi jangan sampai dimanjain nanti malah ngelunjak, haha.
Hari ini gua merasa hebat, karena masih bisa tertawa diatas dera yang gua alami, yang mungkin menurut gua, untuk ukuran cewek, dia bakal nangis bombay dan murung gak jelas, ya ini cuma untuk cewe mental tempe aja yang suka lama-lama kalau dikamar mandi, apalagi selalu minta dianterin kemana-mana, iuh.
dimana ada waktu, disitu ada cinta, dimana ada cinta, disitu selalu ada dia...

*cium damai

Cinta Pertama

Cinta pertama itu gak ada duanya dan gak bakal ada udahannya, hahaha, seperti pertama kali gua ngefans banget ama dunia k-pop and korean style, wuuuw, crazy man, saat itu aku menyaksikan atraksi dance yang sangat hebat dari para boy band juga dance yang gak kalah kerennya alias cuteee banget dari para girl band. Heran ya, mereka itu putih-putih, mulus, gak keliatan dempulan, rambut bervolume dan body semampai ahaiii, yang gak cowok yang cewek, semua sedap dipandang, ya walaupun gak semuanya, tapi mayoritas iyaa, bikin mupeeeeng be-ge-te.
Alhasil, gua terobsesi punya pacar bak 2pm kalo gak ya super junior dan gak cuma itu, gua juga terobsesi punya badan semampai bak SNSD kalo gak ya seperti A-pink yang beda-beda tipis. Tapiiiii, guys, itu seperti mimpi di siang bolong yang kenyataanya mungkin butuh tujuh bintang jatuh untuk ngabulin harapan gua seperti itu, hikz!
Yah, kalau gak seperti 2-m ato super junior, pacar gua jangan jelek-jelek amat lah, yang penting berbentuk tapi bukan bentuk gentong, gapapa juga wajahnya gak mulus tapi enak dipandang and di pamerin ke khalayak umum, hehehe. Soal diri gua, phuft, baru-baru ini temen se-kos gua ruaaajinn banget bilang body gua kaya cowo, padahal kalau gua liat kagak dah, masih ada lekukan-lekukannya, timbunan lemak juga kagak ada, -.-, emang sih bahu gua terbilang cukup bidang untuk ukuran cewe, karena gua dulu olahraganya salah, masa ia gua rajin push-up, itu sih supaya gua bisa nge shot three point dalam basket, mungkin gara-gara itu bisa memacu, tapi gpp lah, cuma masalah kecil ini. Temen gua itu juga bilang, kaki gua juga, hello, sebelum ngeritik body orang, benerin dulu dah body sendiri, hehehe, tapi terimakasih juga atas masukannya, itu memacu gua untuk menjadi berbadan bak snsd, aamiin. :)
ceritanya nih, dari jam 11 ampe jam 3 sore ini, full, gua nonton k-pop di youtube, padahal rencana awalnya nyari jurnal, gini nih kalo ngerjain tugas di kos, harus pinter-pinter motivasi diri, sebab ngerjain di kampus, temen-temen banyak pada bawel nanya, mending datengnya rombongan, ini dateng c A, disusul B dan C, kemudian D datang, dan E pun muncul, mana kadar keponya juga ikutan meningkat, gua capcay kali jawab pertanyaan sama dan perlu mendetailkan, dan yang lebih parah jawaban gua gak memuaskan mereka! Huh, elo pikir mindset orang sama kaya asal daerah lu, please, kalian itu perlu belajar budaya Indonesia secara keseluruhan, bedain mana yang ramah tamah ama basa basi gak penting! belum lagi laptop gua di pantengin temen sebelah gua, perlu gua ajarin privasi ala anak Jakarta??? ya udah, waktu itu gua langsung cabut dari kumpulan manusia kepo tak berprivasi, gua bilang alasannya makan, biar pada diem tapi juga tetep disahutin, ya lah, langsung cabut aja, biar dongkol gua ini ilang seiiring perjalanan. Begitulah kronologi gua ngerjain tugas di kos.
Gua banyak negeliat dance-dance, lagu-lagu, sampai kisah asmara dari negara gingseng tersebut. Orang sesempurna mereka, gua kira bakal memuja kecantikan sampai polll, ternyata ada unggahan youtube yang memberikan pemahaman kepada gua, mereka gak terobsesi fisik, mereka juga seperi manusia, bernaluri kasih sayang dan menerima apa adanya, kalau dipanggung seperti mereka persembahkan kepada para penonton yang sangat berharga bagi mereka. haha, gua jadi terharu, daaaaan jadi inget mantan gua satu-satunya itu, bayangin, gua yang mutusin tapi gua gak pernah bisa move on, gila gak sih!!
Apa kabar mantan gua itu, hmmm apapun itu semoga rejekinya dicukupi, karena gua tau dia sangat-sangat butuh uang... Tuhan kapan kau mengiriman padaku seseorang yang akan membuatku tergila-gila padanya, mengejarnya, -.-. Mungkin benar kata someone, selera jangan ketinggian dan jangan lupa ngaca dulu, whhhuuaaaaaa, oke, gua bakal wow dari sekarang, check this out right!

Oke, semangat melakukan perubahan yang lebih baik teman, kau dan aku selalu ada jalan yang kita mau.
;) see ya

nb: oh ya tadi gua malu banget, blog pertanian gua ke detect ama temen gua, katanya isinya hampir mau di copast buat tugas kuliahnya, kalau mau ya silahkan kataku, hehehehe.

Rabu, 05 Maret 2014

K-3 (Kumpulan Kejadian Konyol) part #1

Konyol itu ketika lu udah menghabiskan waktu 23 menit buat ngiderin perpus buat nyari buku yang pengen di pinjem. Setelah naik turun tangga, tiba didepan loket peminjaman lu  cuma bisa bilang "mmm maaf mba, saya lupa bawa kartu perpus, bisa pinjem tanpa kartu gak?"

Konyol itu ketika lu jadi penjual pulsa, curiga saldo pulsa lu habis gak jelas kemana, saat ditelusuri ada catetan mengirim ke nomor im3 tapi lu gak kenal ni milik siapa, lu coba telpon tetep gak ada nama di layar hp lu dan setelah tiga kali nelpon lu baru tau ternyata yang jawab itu elu.

Konyol itu ketika lu pede menyangka suara tuut tuut tuut itu penjual cilok goreng kesayangan lu, ternyata sehabis pake baju rapi dan gak lupa pake payung juga, keluar kos, lu cuma nengok jalan kosong tanpa penjual satu pun. Ketika lu dah masuk ke dalam kamar kembali, suara tuut tuuut tuut itu bunyi lagi dan sering berbunyi.

Konyol itu ketika lu duduk di kursi dengan kepala bertopang tangan menghadap layar ppt, padahal sejatinya lu sudah terbuai dalam mimpi akibat alunan suara sang dosen. Saking terbuainya lu terlena untuk lebih masuk kedalam alam mimpi lu sampai-sampai tangan lu gak kuat nopang dan kepala lu terhuyung ke kiri, temen-temen lu dibelakang pada kompakkan ketawa.

Konyol itu ketika lu cerita dengan bangganya ke sahabat lu kalau blog curahan hati lu udah ngepos 40 kali dan berhasil dilihat sebahak 155 kali, terus temen lu cuma bilang "jangan-jangan yang ngeliat itu elu doang kali" dan lu jadi setengah percaya ama dia.

Konyol itu ketika dosen lu bilang keterlambatan masuk kelas maksimal 15 menit sesudah jam jadwal yang telah disepakati terus dosen lu secara sepihak bilang kalau dosennya telat tetep boleh masuk.

Konyol itu ketika di kos lu, anak-anaknya pada gak berani masang gas, tapi malah lebih percaya tukang gas yang masangin. Please yang tinggal di kos ini siapa, yang bahaya siapa.

Konyol itu ketika lu sadar setelah 10 jam setelah ditipu ama temen lu, yang katanya dia beli gas di apotek atau gak di masjid. Hebat banget nalar anak pertanian -.-
 

Air kedua mata

Persetan dengan ucapanmu, apa yang salah dengan keluarga yang telah berberai, kau bilang status tidaklah penting asal esensi tetap sama. Kau seperti sampah yang memuakkan, kau mau menjual kesedihan ini dengan sebutir perhatian? hah! kemana nyalimu, kau meneriaki orang dengan sebutan bodoh, tau kah kau sedang meneriaki cermin? ha?
Lihat aku, geming tak bergeming, tegap menegak disini, apa yang kau ambil, jangan kau ambil barang yang tidak berguna itu, ambillah sepotong kain ini, yang akan menyeka keringatmu, yang akan menyeka airmatamu tapi tidak bisa membelit luka berdarahmu. Tenanglah, masih ada waktu sebelum kita mati, masih ada kotak p3k disebelah sana, tenanglah, jangan menangis duluan, akan masih ada banyak orang yang kita akan tangisi, yang akan kita sesali, yang akan kita rampok kembali kepercayaan yang kita telah beri.
Sudah, diam dan jangan merengek, kau kira kau ini tampak manis ketika menangis? ku beri tahu ya, kau jelek, ketika menangis juga senang, tidak ada yang bisa kau sombongkan, jangan lah sombong, dengan merendah maka kau bisa meninggi dengan sendirinya.
Teman, aku tahu, menjadi warna merah pada kertas berwarna hijau sungguh menarik hingga membuat sakit di mata, tapi teman, penciptaan kita di bumi ini tidaklah salah, tidak ada yang salah kau lahir dalam keluarga seperti apa dan memiliki apa, tidak ada yang salah, ku mohon, janganlah menjadi hijau hanya karena takut berbeda, hanya karena sebutir perhatian, hanya karena keinginan kecilmu yang tak sebanding dengan tugas mulia ini.
Aku tahu darah ini, aku tahu bagaimana darah ini memberontak untuk segera keluar, bukan karena kau yang memaksakannya untuk keluar, tapi dia sendiri yang memilih keluar, keluar dari seoonggok raga yang sampah, raga yang tidak nyaman untuk dijadikan rumah. jika kau membutuhkan sesuatu maka ciptakanlah saat itu juga, ketika kau membutuhkan rumah, ciptakanlah rumah untuk dirimu sendiri. Juga jika kau butuh barang berharga, ciptakanlah semua barangmu ini berharga. Baju ini bekas peninggalan mamamu, jangan dibuang sampai kau tahu, baju ini tertawa atau terharu melihat dua generasi ini. Buku-buku ini didapat lewat kekuatan magis uang bapakmu, jangan dibuang sampai kau tahu buku ini akan bercerita atau hanya diam mendengar.
Lihat foto yang tertempel di sudut meja sana? jangan memalingkan muka ketika hendak belajar di meja ini, kau tidak meniti sendiri, kau sedang ditemani, tapi kau tidak melihat karena genangan air mata di pelupuk matamu mengalihkan pandangan.
kau tahu, kau bisa menari sendirian di sini.

Selasa, 04 Maret 2014

Surat Sehabis Ulangan

Dear mama tercinta

        Hari ini anakmu yang kau banggakan telah menempuh ulangan yang menurut dia cukup menyeramkan mengingat perihal dosennya yang perfeksionis dan sudah ketinggalan ikut satu nilai kuis yang cukup dapat membantu nilai ulangan jika tersandung remedial karena dosennya tidak sudi melayani remedial. Ma, ada beragam peristiwa menarik yang mewarnai hari ulangan-ku tadi, tentang teman-temanku yang mati-matian menghafalkan (dan mau tak mau aku-pun juga harus sudi menghafalkan) tanpa memahami isinya. Aku terlihat mendingan diantara mereka, mahasiswi yang selalu stagnan IP nya 3.1 atau 3.2, aku cukup terlihat menyakinkan dan percaya diri diantara mereka, yang sudah menggenggam nilai kuis sebagai penyangga dan masuk kelas dosenku tersebut di jadwal yang salah dengan mengantongi kisi-kisi ujian.
          Ada salah satu temanku, yang bagus perjuangannya dalam menghafalkan barisan kalimat yang tertera di ppt, sewaktu  belajar bareng bersamanya aku cukup terkejut ketika dia masih berbelit-belit mengenai kriteria unsur hara esensial, dimana barisan kalimat berupa "Tanaman tidak dapat melengkapi siklus hidupnya tanpa kehadiran unsur hara tersebut" di yakininya dan menurut perkataan dosen berupa "Tanaman tidak dapat memproduksi unsur hara tersebut secara sendiri untuk itu perlu dari masukan luar". Alhasil pendapatku yang benar. Saat aku mengerjakan ujian, entah kenapa aku selalu selesai lebih cepat diantara teman-teman, entah karena aku terlalu menyepelekan jawaban yang aku cantumkan atau aku memang sudah pasrah dengan jawaban yang terlanjur sudah aku cantumkan. Tapi aku tidak berani mengumpulkan duluan Ma, karena takut dikira sombong padahal hasil ujiannya tidak mendapat 100, takut dicap pintar yang mengakibatkan teman-teman menawarkan agar aku duduk disamping bangkunya sewaktu ujian lagi. Alhasil aku menunggu teman-teman yang masih corat-coret di lembar jawabannya, sampai aku terkantuk-kantuk dan selalu akhirnya tertidur, tapi tidak ada dosen yang menggubrisku perihal aku selalu tertidur di kelas, kecuali satu, dosen mata kuliah Agrofuel. Waktu itu dengan pedenya aku bilang "yang penting ngerti pelajarannya kan Bu", seminggu kemudian aku mendapat angka 5 pada lembar jawabanku dan aku terkena remedial yang memalukan sepanjang aku menjadi mahasiswi. Aku tetap mempertahankan egoku perihal soal ujiannya yang kelewat aneh, sepele, mudah di jawab, tapi nilai berbicara padaku bahwa egoku salah, dan aku ragu untuk mempercayainya.
        Balik lagi ke soal ujian Biologi Kesehatan Tanah ku Ma, setelah ulangan selesai, temanku itu berkata bahwa dosennya waktu itu hanya menyebutkan saja tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, jadi teman-temanku juga memberi penjelasan sesuai definisi ilmu yang mereka pelajari sebelumnya, pantas saja mereka lama untuk menjawab. Doakan aku Ma, supaya ulangan ku sukses mendapat A sehingga aku tidak perlu repot menemui dosen seperti beliau, aamiin.
     Lain halnya lagi sewaktu aku ulangan Pengolahan Tanah, dimana aku ditawari duduk disebelah teman yang mengajak, sebenarnya aku tak mau tapi karena sopan santun aku bersedia masuk ke lubang buaya yang menyakitkan karena seorang diriku harus mengalami perampokan nilai oleh calon pemimpin bangsa. Temanku itu bertanya tentang jawaban nomor 14, aku bilang aku menerka jawabannya jadi tidak pasti benar, dia bilang tidak apa-apa asal sama dengan jawabanku yang masih diragukan kebenarannya. Aneh ya Ma, kenapa dia lebih mempercayai jawabanku ketimbang insting otaknya, padahal kami sama-sama belajar selama 4 semester. Temanku yang lain pernah berujar padaku bahwa pencontek yang meminta contekan itu ibarat dia sedang berkomunikasi kepada kita bahwa dia tidak mempunyai otak dan lebih percaya kinerja otak kita.
   Ma, seandainya IPK ku seudah keluar, mana yang lebih membuatmu bangga, IPK 3.1 atau IPK 3.8, Ma tolong pada saat waktu itu tiba, jangan sampai berujar "kenapa kamu tidak bisa seperti dia", tolong jangan. Karena inilah aku, ini prinsip hidup yang aku pegang yang berbeda dari teman-teman. Mama memang tidak pernah mengajarkan aku untuk 100% jujur, tapi kelakuan hidupmu didunia nyatalah yang membuat aku mau memegang prinsip ini. Saat kau berjualan warteq, kerelaanmu melayani pembeli yang pernah mengutil barang daganganmu, setia melayani pembeli yang nunggak bonnya, tentang kejujuran dalam mencari uang. Pada saat itu kita tinggal diantara para pemulung Ma, yang suka mengutil, bahkan tetangga seberang sana sudah diketahui berprofesi maling, anak-anak yang sudah berani mengambil memori playstation kita, remaja yang kerjaannya menghasut dan membentuk koloni seperti geng nero. 
     Ma, percayalah padaku si bukan pengejar nilai, aku bisa tidak miskin di masa mendatang seperti yang kau takutkan, bekas guratan lukamu terukir baik pada garis takdir hidupku. Terimakasih karena sudah memberikan penghidupan yang layak ini, aku tetap bersyukur memiliki kedua orangtua seperti kalian...

Minggu, 02 Maret 2014

Akan menghadapi ulangan

Jam 09.20 gua akan menghadapi ulangan, apa yang bikin gua keringat dingin, itu karena gua sudah bisa menebak soal apa yang akan dikeluarkan dosennya, soal textbook, hapalan, dan pertanyaan yang juga bisa dipertanyakan. Gua sangat benci sekali ulangan yang berbau unsur hapalan plek, bukannya penalaran, tapi itulah suka duka dunia kampus, harus dilewati satu per satu agar menjadi pribadi yang berhasil, karena ujian itu pahit di awal tapi manis di ujung.
Dalam ulangan (baca kesulitan) itu juga dapat membuat gua tercengang, gua bisa melihat teman gua secara real, ketakutan mereka, pengejar nilai, takut lulus telat, takut bayar mahal, takut masalah jadi ribet untuk mengurus remedial.... semua itu akhirnya bertujuan satu, tidak ingin menyakiti orangtua dan ingin membanggakan mereka. Tapi kalau gua pikir, orangtua gua juga pasti sedih juga kalau liat gua nyontek, bayar mahal-mahal, kalo gak dapet apa-apa mending bayar mahal sekalian (lho).
entahlah, just be ur self, kalau u nyaman dan yakin bisa melewati, untuk apa memikirkan pendapat orang lain terlalu keras, masukan itu memang penting, dan yang paling penting itu masukan yang paling baik buat diri lu. Buat mahasiswa-mahasiswa yang berideologi sama dengan gua, jangan sedih guys, kita memang gak tenar di kampus, kita bukan anak organisasitoris di kampus, kita gak dikenal dosen, itu semua bukan jaminan masa depan lu guys, rejeki masa depan hanya Allah yang tahu. Kalau memang gak nyaman dalam kampus, lu bisa cari pengetahuan diluar sana, banyak yang luar biasa, haha, seperti gua terkejut ketika nenek gua ternyata bisa perhitungan kali-kalian, atau sepupu gua yang masih 6 SD yang pengetahuannya lumayan unik, orang-orang desa yang kadang cukup buat gua geleng-geleng, yang paling menginspirasi gua sih, cara mereka yang benar-benar menghemat air. Malah ada yang mandiin bayinya dengan air bekas masak mie (mmm ini buruk gak ya).
mau ulangan kaya gini seperti kita mau mencoblos, 5 menit untuk 4 tahun di masa datang. Apa yang gua kerjakan , gua malas menghapal, 30 menit untuk hasil gak remedial apa susahnya ya, sebenarnya sih gua ngerti hanya yang gua takut cara penulisan gua yang gak diterima dosen, mungkin dosen juga gak mau mikir dalam ngoreksi. Phuft, dosen itu.... konsumen atau produsen ya, kurikulum jaman sekarang cukup memeberatkan mahasiswa sebenarnya, seharusnya sih, dosen itu diajari legowo menerima kritik baru mahasiswa bisa berdiskusi dengan mereka. Apa yang terjadi, berdiskusi tapi mahasiswanya cuma jawab iya iya dan iya, gimana mau ada perubahan, yang atas suruh A, sampai tujuh turunan tetep A juga.
Gak semua dosen juga seperti itu, tapi yang paling berat itu ya mayoritas kaya gitu -.-".

oke, kegalauan ini ditutup dengan lagu Bondan Prakoso & Fade 2 Black- Ya Sudahlah
namun ku tau, kau kan tetap tenang
:D

o ya, gua lupa email c Dewi, maafkan aku sobat, aku masih belajar membagi-bagi waktu.

Menjadi penulis yang baik

Hari ini gua berasa ada yang aneh dan ada yang beda, usut punya usut, gua teringat kalo gua belum mandi sore dan sekarang pukul 21.23 WIB, hadoh. Tapi bukan itu yang pengen gua ekspose disini, yang gua pengen tuangkan adalah budaya nulis yang ingin gua tingkatkan, motivasinya, jelas, uang. Disatu sisi memang sih menulis ada ribuan manfaat yang lebih penting ketimbang uang, tapi guys, cuma satu faktor inilah yang paling bisa mendorong gua dari perasaan malas, buntu pikiran, inkontinuitas, badmood dan faktor penghambat lainnya. Rencananya, dengan uang yang gua hasilkan gua bisa membiayai les bahasa inggris yang akan gua canangkan (Aamiin), membeli buku-buku bagus teranyar yang nantinya jadi koleksi di markas besar PMII (Aamiin), buat belanja-belanja dan negmbangin usaha (Aamiin), dan sedekah. Semoga Allah senantiasa membimbing diriku untuk menjadi pribadi yang lebih baik, karena tidak mengutamakan sedekah -.-".

banyak membaca beragam tips menulis yang baik, memang, yang paling mujarab ya cuma satu, mulai menulis, dan seriringnya akan berjalan. Karena banyak banget tips-tips yang beredar, sampai gua lupa dan bingung milih mana yang diduluin, tapi sekali lagi, hanya diri sendiri yang tau  intinya, " usaha seribu langkah pun dimulai dari gerakan satu langkah".
Kini, gua gak mau menyia-nyiakan waktu buat hal yang ga terlalu penting, mikirin dosen nyebelin (no way!), temen yang gak mau win-win bersama (no way!), ulangan yang meragukan (no way!). Gua akan menapaki jati diri sesungguhnya, siapa aku tercermin dari tindakanku, pikiranku dan reaksiku...
Beri aku semangat kawan :)

cukup sekian dulu ini ya,
see ya :)