Translate

Senin, 17 Maret 2014

Orang yang selalu berada di zona nyaman, akan selalu tetap di bawah

Tulisan ini gua dedikasikan untuk temen-temen seperjuangan gua yang gua bilang payah jadi mahasiswa Kalau lu masih nyaman di zona nyaman, akan selamanya tetap dibawah. Bermula dari kelompok mata kuliah Tekben, gua sudah menyumbangkan peran dalam pembuatan makalah, juga beberapa teman gua, anehnya sewaktu pembagian presentasi, semua posisi penjelasan yang enak mudah dan gak pake mikir penuh. Padahal mereka yang masukin tentang penjelasan komplks, tapi mereka sendiri gak mau milih, berarti kalo gak itu copas banget atau mereka benar-benar males untuk mempresentasikannya. Gua yang menyukai tantangan sudah seharusnya tidak mengeluh, toh yang penting perkembangan gua, bukan mikirin perkembangan orang lain beserta hal yang tak usah dipikirkan, to tu orang juga gak ambil pusing dengan pengembangan mereka. Biarlah menjadi saksi kebusukan ideologi mereka, toh menyalakan lilin lebih baik daripada mengutuk kegelapan.
Sepertinya aku sedang mencari nilai yang lebih mulia daripada nilai dosen, yaitu nilai dari Allah. Itu hal yang selalu luput dari pemahamanku, apalah artinya nilai dosen dibanding nilai Allah, sudah sewajarnya aku wajib bersabar kalau memang tak terbeli nilai duniawi. Inget kata Pak Fanny, fokus saja untuk berkarya dan life must go on.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar