Translate

Rabu, 05 Maret 2014

Air kedua mata

Persetan dengan ucapanmu, apa yang salah dengan keluarga yang telah berberai, kau bilang status tidaklah penting asal esensi tetap sama. Kau seperti sampah yang memuakkan, kau mau menjual kesedihan ini dengan sebutir perhatian? hah! kemana nyalimu, kau meneriaki orang dengan sebutan bodoh, tau kah kau sedang meneriaki cermin? ha?
Lihat aku, geming tak bergeming, tegap menegak disini, apa yang kau ambil, jangan kau ambil barang yang tidak berguna itu, ambillah sepotong kain ini, yang akan menyeka keringatmu, yang akan menyeka airmatamu tapi tidak bisa membelit luka berdarahmu. Tenanglah, masih ada waktu sebelum kita mati, masih ada kotak p3k disebelah sana, tenanglah, jangan menangis duluan, akan masih ada banyak orang yang kita akan tangisi, yang akan kita sesali, yang akan kita rampok kembali kepercayaan yang kita telah beri.
Sudah, diam dan jangan merengek, kau kira kau ini tampak manis ketika menangis? ku beri tahu ya, kau jelek, ketika menangis juga senang, tidak ada yang bisa kau sombongkan, jangan lah sombong, dengan merendah maka kau bisa meninggi dengan sendirinya.
Teman, aku tahu, menjadi warna merah pada kertas berwarna hijau sungguh menarik hingga membuat sakit di mata, tapi teman, penciptaan kita di bumi ini tidaklah salah, tidak ada yang salah kau lahir dalam keluarga seperti apa dan memiliki apa, tidak ada yang salah, ku mohon, janganlah menjadi hijau hanya karena takut berbeda, hanya karena sebutir perhatian, hanya karena keinginan kecilmu yang tak sebanding dengan tugas mulia ini.
Aku tahu darah ini, aku tahu bagaimana darah ini memberontak untuk segera keluar, bukan karena kau yang memaksakannya untuk keluar, tapi dia sendiri yang memilih keluar, keluar dari seoonggok raga yang sampah, raga yang tidak nyaman untuk dijadikan rumah. jika kau membutuhkan sesuatu maka ciptakanlah saat itu juga, ketika kau membutuhkan rumah, ciptakanlah rumah untuk dirimu sendiri. Juga jika kau butuh barang berharga, ciptakanlah semua barangmu ini berharga. Baju ini bekas peninggalan mamamu, jangan dibuang sampai kau tahu, baju ini tertawa atau terharu melihat dua generasi ini. Buku-buku ini didapat lewat kekuatan magis uang bapakmu, jangan dibuang sampai kau tahu buku ini akan bercerita atau hanya diam mendengar.
Lihat foto yang tertempel di sudut meja sana? jangan memalingkan muka ketika hendak belajar di meja ini, kau tidak meniti sendiri, kau sedang ditemani, tapi kau tidak melihat karena genangan air mata di pelupuk matamu mengalihkan pandangan.
kau tahu, kau bisa menari sendirian di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar