Jam 09.20 gua akan menghadapi ulangan, apa yang bikin gua keringat dingin, itu karena gua sudah bisa menebak soal apa yang akan dikeluarkan dosennya, soal textbook, hapalan, dan pertanyaan yang juga bisa dipertanyakan. Gua sangat benci sekali ulangan yang berbau unsur hapalan plek, bukannya penalaran, tapi itulah suka duka dunia kampus, harus dilewati satu per satu agar menjadi pribadi yang berhasil, karena ujian itu pahit di awal tapi manis di ujung.
Dalam ulangan (baca kesulitan) itu juga dapat membuat gua tercengang, gua bisa melihat teman gua secara real, ketakutan mereka, pengejar nilai, takut lulus telat, takut bayar mahal, takut masalah jadi ribet untuk mengurus remedial.... semua itu akhirnya bertujuan satu, tidak ingin menyakiti orangtua dan ingin membanggakan mereka. Tapi kalau gua pikir, orangtua gua juga pasti sedih juga kalau liat gua nyontek, bayar mahal-mahal, kalo gak dapet apa-apa mending bayar mahal sekalian (lho).
entahlah, just be ur self, kalau u nyaman dan yakin bisa melewati, untuk apa memikirkan pendapat orang lain terlalu keras, masukan itu memang penting, dan yang paling penting itu masukan yang paling baik buat diri lu. Buat mahasiswa-mahasiswa yang berideologi sama dengan gua, jangan sedih guys, kita memang gak tenar di kampus, kita bukan anak organisasitoris di kampus, kita gak dikenal dosen, itu semua bukan jaminan masa depan lu guys, rejeki masa depan hanya Allah yang tahu. Kalau memang gak nyaman dalam kampus, lu bisa cari pengetahuan diluar sana, banyak yang luar biasa, haha, seperti gua terkejut ketika nenek gua ternyata bisa perhitungan kali-kalian, atau sepupu gua yang masih 6 SD yang pengetahuannya lumayan unik, orang-orang desa yang kadang cukup buat gua geleng-geleng, yang paling menginspirasi gua sih, cara mereka yang benar-benar menghemat air. Malah ada yang mandiin bayinya dengan air bekas masak mie (mmm ini buruk gak ya).
mau ulangan kaya gini seperti kita mau mencoblos, 5 menit untuk 4 tahun di masa datang. Apa yang gua kerjakan , gua malas menghapal, 30 menit untuk hasil gak remedial apa susahnya ya, sebenarnya sih gua ngerti hanya yang gua takut cara penulisan gua yang gak diterima dosen, mungkin dosen juga gak mau mikir dalam ngoreksi. Phuft, dosen itu.... konsumen atau produsen ya, kurikulum jaman sekarang cukup memeberatkan mahasiswa sebenarnya, seharusnya sih, dosen itu diajari legowo menerima kritik baru mahasiswa bisa berdiskusi dengan mereka. Apa yang terjadi, berdiskusi tapi mahasiswanya cuma jawab iya iya dan iya, gimana mau ada perubahan, yang atas suruh A, sampai tujuh turunan tetep A juga.
Gak semua dosen juga seperti itu, tapi yang paling berat itu ya mayoritas kaya gitu -.-".
oke, kegalauan ini ditutup dengan lagu Bondan Prakoso & Fade 2 Black- Ya Sudahlah
namun ku tau, kau kan tetap tenang
:D
o ya, gua lupa email c Dewi, maafkan aku sobat, aku masih belajar membagi-bagi waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar