Karena harta yang paling baik adalah harta yang disedekah kan, atau yang mengandung manfaat. hmmm,, mendengar perihal ini, aku jadi ingin beramal walau duit sudah menipis karena uang bidikmisi tak kunjung turun. Memang, lebih baik mendatangkan pemasukan daripada menghemat pengeluaran. Lebih baik mencari pemasukan daripada selalu mengencangkan ikat pinggang. Hidup royal itu juga tak perlu, akan terlihat jauh lebih indah jika berbagi ketimbang naik mobil Lamborgini, toh hidup hanya sementara, yang kekal ada di akhirat. Aku tidak tahu apa maksud Tuhan menciptakan semua ini, apa karena dia ingin menonton suatu pertunjukkan agar tidak bosan, atau sesuatu yang lebih mulia yang tidak akan sempat mampir di pikiran manusia. Tuhan saja tidak mau menganggur, kenapa manusia harus menikmati kepengangguran, lebih baik melakukan hal kecil daripada tidak sama sekali, dan mansusia yang paling bermanfaat adalah yang berguna ke sesamanya dalam kebaikan. Seandainya semua manusia menerapkan aga yang digariskan Tuhan, tentu akan indah, wah apa komunis itu ajaran Tuhan ya, kan intinya adalah tidak ada barang kepemilikan pribadi, melainkan barang semua, rata, untuk masing-masing. Tapi kenapa pengikut komunisme rata-rata orang ateis?
Hari ini seperti datang suatu ketenangan entah dari mana, semua karena membaca buku yang bermanfaat, berlipat gandalah orang yang mampu menulis buku, sungguh sangat mulia. Sudah sepantasnya menulis bukan untuk digaji tetapi untuk mencerdaskan sesama, karena ilmu itu titipan Ilahi, kau tau yang dimaksud titipan disini? Ilmu itu bukan kepunyaan pribadi kita, jadi wajib hukumnya untuk kita mengamalkannya kepada sesama, dengan percuma dengan ikhlas, tunggu, sepertinya tidak ada keterangan untuk ikhlas, kalau begitu haram donk hukumnya bimingan belajar, les privat bahkan pendidikan sekolah yang menarik biaya?
ahhaha, entahlah, untuk mengetahui kebenarannya sepertinya aku harus bertanya kepada salah seorang ustadz alim, coba kita cek di fb, apakah ustadz tersebut sedang OL di facebook? check this out later...
Membaca di media merdeka.com, ada salah satu pesantren yang menerapkan bersedekah tanpa perlu menungg kaya, yap, itu memang wonderful sekali. Aku juga ingin menerapkannya, tapi juga patutu diperhitungkan untuk kebutuhan hidupku ke depannya, hmmm, inilah dilema orang yang tidak mempunyai pemasukan. Kalau sudah begitu aku harus menjadi wirausahawan, yap, yang sukses yang banyak uang, membangun kebermanfaatan dalam tali kasih persaudaraan, sudah saatnya untuk merintis, dimulai dari hal kecil...
Tadi sehabis mengantarkan mba Deny ke pasar Legi, di perempatan lampu merah, aku melihat gadis kecil duuk di bawah tiang lampu merah, seperti biasa, pengamen anak jalanan, hmmm aku jadi kepikiran adik-adikku, bukan suatu kebetulan kalau kami hidup lebih beruntung daripada mereka, everything happen for reason, right? Semoga semua orang akan menolong dirnya sendiri karena menurut Benjamin Franklin, Tuhan akan menolong orang yang menolong dirinya sendiri :) Aamiin.
Bahagia itu bersama, kesedihan itu mementingkan diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar