Tidak sampai disitu, aku jadi keinget sewaktu bertanya mengenai, yah mungkin hal sepele, seperti tumbuhan apa ini, buah apa ini, apa ini? kalimat pembuka sebelum mereka benar-benar menjawab pertanyaanku adalah hinaan, perasaan jijik juga, 'Orang jakarta gak pernah tau ini ya?, ih masa gak tau sih, ya ampun masa gak tau, ih anak pertanian gak tau, malu". Gua emang gak berasal dari kampung kaya kalian, terkadang orang daerah itu bisa terlalu kurangajarnya dibanding dengan orang jakarta yang tingkat pendidikannya lebih tinggi, termasuk kebalikannya, kita orang jakarta juga bisa terlalu gak tau sopan santunya, yang menurut orang jakarta bilang sih, lebay ah harus kaya gitu. Hehe.
tapi aku tidak suka dengan cara pandangan mereka yang sebelah, kenapa orang jakarta gak boleh milih pertanian? kenapa orang jakarta gak boleh ngerti tumbuhan? ya apapun itu, sepertinya gua harus siap menerima kalimat pembuka itu setiap saat ketika gua bertanya masalah pertanian dengan teman-teman, dan lagi-lagi, hal itu tidak akan mematikan daya kreatifitas gua, kritis gua, nalar gua, daya hidup gua. Never. Ever. and After! :p
Sesuatu baru yang aneh bin ajaib itu juga sewaktu sosialisasi peminatan jurusan, Jum'at dini jam 13.00 WIB. Dosen-dosen ngomongnya apa "waktu penelitian tidak akan lama, biaya penelitian bisa gratis sepenuhnya kalau ikut proyek dosen, banyak lulusannya yang kerja dia bank, ato di kantor-kantor, nanti bisa cari beasiswa S2, nanti cepet lulus, nanti IP nya cumlaude". Shit man, w bilang shit. Apanya lu bilang jadi petani yang baik, petani yang memajukan bangsa Indonesia, ketika cara pikir lu pun seperti itu, sama aja seperti omong doang, dan kita butuh perubahan, seorang pahlawan tanpa tanda jasa, seorang mahasiswa pertanian yang lulus menjadi petani, yang tidak dibanggakan sewaktu acara sosialisasi peminatan. Bangsa ini butuh jiwa-jiwa besar, dan kalau bukan kita, siapa lagi?
Menurut ku, struktur pendidikan kita salah ketika semua mengacu berdasarkan penialaian, seperti Pembimbing Akademik gua yang mengharuskan gua ber IP 4, sewaktu itu gua pengen bilang, ya saya akan berjuang mati-matian meraih IP 4 asal srutktur pendidikan disini dirubah. Ketika ujian gak harus dari materi ppt, ngapal tok! ketika praktikum gak buang-buang waktu di laporan, kebanyakan cari tipus, pendalaman gak da dan otak kita dibiarkan gak berkembang, mengembangkan sendiri hipotesa kelainan dari pegangan ilmu yang telah ada. Seperti teori biogenesis yang mati-matian menyangkal teori abiogenesis, pada akhirnya, yang berbeda tetap mendapat penghargaan.
Phuf, gua jadi sebel ama dosen Genetika Tumbuhan gua, seseorang dosen yang aku harapkan singkat pertemuannya. Bagaimana bisa dia lebih fokus mengurus sistematika kerjaan mahasiswanya tanpa bahas isi materinya lebih dalam, gua curiga, kayanya nih dosen salah masuk kelas mungkin. Inilah yang gak membuat gua semangat belajar ama dia, gak ada hal baru yang gua dapat dalam genetik, untung baca majalah budidaya tanaman sansevieria, jadinya gua tau pembuatan mutasi tumbuhan dengan aplikasi pemakaian kolkhisin. Satu semester kenyang oleh nasihat dia 'ini sebagai latihan dalam pembuatan skripsi'
ya makan aja tuh skripsi murahan, penambahan pupuk meningkatkan hasil panen, pengaruh banwang terhadap kecepatan kecambah, pengaruh pestisida nabati terhadap wereng. membosankan dan sama sekali gak berperan dalam ilmu pengetahuan, selain pengulangan-pengulangan yang telah ada.
Fakultas pertanian, sudah bisa nyiptain varietas apa, predator hama apa, buat zpt apa?
Tetap saja, dari kesemua unek-unek, tetep gua yang paling banci. mikir dan ngomong doang, tanpa melakukan yang real. tuh, mahasiswa IP cumlaude, yang gencar cari bocoran UKD, giat ngapalin ppt, rajin hapalin hasil praktikum. Saat ditanya mengapa demikian? jawabannya 'diam'
ya ya, anggap w sirik dengan biji IP mereka, cover yang menipu, omongan manis yang wueeek, akting yang bagus. Cover mereka menjual untuk meraih beasiswa berikutnya, sedang gua, malah berkutat dengan hal yang menyebrang dengan yang dosen sajikan, IP megap-megap, tapi tetep bercita-cita bisa pergi ke Jepang, aamiin.
Semua ini mengenai persepsi masing-masing, dan setiap itu ada plus minus.
semoga kita bisa sukses semua, aamiin
sekian celoteh gua hari ini, mohon maaf bila ada yang tersinggung.
ya Allah, berilah aku kekuatan melawan garis cobaan yang Kau berikan.
optimis dan semangat and win-win. :)
ya Allah, berilah aku kekuatan melawan garis cobaan yang Kau berikan.
optimis dan semangat and win-win. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar