Tak ada yang banyak tahu tentang apa yang sebenarnya gua maksudkan, jelas itu karena aku tidak suka terlalu membicarakan detail mengenai perasaan.
Siapa yang mau terlalu menjelaskan, percaya akan lebih tenang dengan resiko mendapat respon yang tidak diinginkan hati. Siapa yang mau?
Kepercayaan, sebegitu murahnya kah sekarang, sehingga bisa di obral kemana kemari, di ucapkan tanpa perlu bukti, ucapan dari lidah tak bertulang. Naif kah kalau jaman sekarang, masih ada orang yang mempercayai sebuah ucapan, mengikrarkannya pada janji, yang belum tentu orang tersebut mengerti esensi janji. Naif, naif, sungguh naif orang ini, bahkan ilmu pengetahuan tidak bisa membedakan orang ini termasuk polos atau bodoh.
Hati, siapa yang tahu kalau bukan pemiliknya dan pembuatnya. Hati tidak perlu pengakuan, biarlah orang mengganggap apa, semakin buruk penilaian, akan semakin selektif orang yang mendekati kita, dan yang pasti, orang tersebut benar-benar mempunyai rasa pada kita, mungkin itu teori yang dapat dibenarkan.
Naif, naif naif, hari gini masih saja menunggu orang lain menyemangati diri sendiri, padahal dengan kekuatan sendiri juga bisa berdiri, bahkan kita lebih buruk dari bayi, yang mencoba berdiri dengan tertatih.
Naif, naif naif, hari gini masih saja memikirkan kesusahan, padahal sewaktu kecil kita berpikir bagaimana sekitar menjadi menyenangkan.
Berpetuanglah sendiri, jangan menunggu ditemani seseorang, kau terlalu payah untuk itu dan mereka bukanlah makananmu. Walaupun tidak berguna, sebaiknya juga tidak menyusahkan kan ;)
Semangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar