Translate

Kamis, 28 November 2013

Orang Dungu

Tolong tanyakan padaku, siapa orang yang paling bodoh sedunia
maka akan ku jawab, orang yang tidak tahu potensi dirinya

Tolong tanyakan padaku, siapa orang paling zalim sedunia
maka akan ku jawab, orang yang mengutuk dirinya sendiri

Aku sedih ketika melihat kamu adalah contoh yang kusebutkan diatas, jadilah temanku yang bertakdir baik dan adilah temanku yang dewasa, menemukan solusi tepat.
Aku tau, perkataan menyakitkan memang sangat melukai, menurutku, perkataan orang dungu untuk apa dianggap diri kita. Mereka yang sembarang berucap tanpa berpikir, menurutku tak lebih dari sampah yang tak bisa di daur ulang, suatu saat nanti, akan ada balasannya, jangan bilang kamu lupa kalau Tuhan itu tak luput mengawasi kita, apa yang terselip di hati dan tindakan terselubung lainnya, dia Maha Tahu dan sedang menyiapkan skenario untukmu yang menang dalam ujian.
Ucapan tak lebih dari sekedar ucapan, orang yang tidak pernah belajar dari ucapan yang pernah terlontar dari mulutnya, siapakah Tuhannya?
Aku, pernah mengalami, saat diri dipandang lebih rendah dan tidak ada gunanya, marah pada orang tersebut-pun aku malas, doakan saja agar dia tidak bisa bersuara lagi Teman, sehingga dia tidak akan bisa melukai yang lainnya, biar tidak ada aku aku yang selanjutnya, bukankah itu solusi tepat?
Tapi yang kau lakukan saat ini Teman, kau meminta kupingmu tuli, agar tidak bisa mendengar argumentnya tentangmu, daya ingatmu lemah, sehingga kau bisa melupakan masalah ucapannya dan hidup berjalan seperti sedia kala.
Aku kecewa, kau selemah ini, selama berteman denganku, apa yang kupercikkan, kau lihat teman, muka ini, mukaku, manis bukan? selalu tersenyum, tertawa melihat orang yang dia sebal, mengesampingkan ego demi komitmen di awal. Kau tau perut ini, perut ini muak dan ingin memuntahkan isinya didepan muka-muka yang hidup ini. Tidak, aku tidak bisa sejahat itu, aku lelah, tapi ini memang diriku, aku tidak akan melukai dari apa yang membuat luka, aku tidak sanggup walau lelah. Aku akan menempuh jalan panjang, aku bersama-sama mengajak kebaikan, berbicara baik apa yang salah dan apa yang perlu diperbaiki. Aku menangis teman, tapi siapa yang tahu muka di balik topeng ini?

jujur, aku lebih sedih melihat dirimu direndahkan ketimbang diriku, kau sudah berarti bagi diriku, jadilah temanku dan jadilah takdir temanku yang baik.
Percayalah, selama masih ada yang percaya kemampuanmu, jangan bertindak bodoh dengan membiarkan potensimu, dan aku percaya padamu. Kita berjuang dari awal, ku mohon kau pun harus menjadi berhasil, agar aku bisa menikmati keberhasilanku ini dengan tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar