Tuhan, izinkanlah aku tuk mati sebentar, sebentar saja, selama aku siap untuk menatap dunia yang telah Kau persiapkan untukku, skenario cobaan indah yang Kau kan berikan untukku, orang-orang terkasih yang tulus menyayangi diriku. Ya Allah, kapan aku berjumpa dengan mimpi-mimpi indahku, kapan aku bisa memiliki orang-orang yang ku tunjuk menjadi penyayang dalam diriku, kapan aku bisa melihat mereka yang jahat kena batunya, kapan aku menjadi apa yang aku idamkan
ya Allah, sampai kapan semua ini akan bermuara, sampai kapan letih ini sirna, sampai kapan aku bisa tersenyum lagi.
ya Allah, sampai kapan semua ini akan bermuara, sampai kapan letih ini sirna, sampai kapan aku bisa tersenyum lagi.
ya Allah, kini aku meragukan kemampuan dalam diri padahal Kau selalu percaya akan kekuatanku untuk menopangnya. Kini aku menjadi manusia yang kurang bersyukur, kurang mengerti, kurang memahami, kurang belajar.
Ya Allah, aku menyayangi-Mu, aku rindu pada-Mu, tapi aku tidak tahu apa Kau menyayangi diriku dan rindu pada diriku, mengingat aku belum menuntaskan cobaan yang Kau amanahkan padaku.
Kini yang tersisa tinggal aku seorang diri, menghadapi kerasnya ego mereka dan ketidakberdayaan dalam membela. Ya Allah, andai aku boleh mengadu dan mengumbar kesedihanku, tentu sudah ku lakukan, tapi aku percaya Ya Allah, Kau tidak suka hamba yang suka menjual kesedihannya.
Aku ingin tegar aku ingin tersenyum, aku ingin bahagia, tapi pikiran ini membatasi dengan apa yang ku inginkan, padahal sejatinya masalah tak akan selesai dengan pemikiran semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar